Logo Header Antaranews Sultra

Bulog Kolaka pastikan stok Minyakita aman guna jaga stabilitas harga

Jumat, 17 April 2026 16:41 WIB
Image Print
Bulog Kolaka saat mengecek ketersedian stok minyak goreng Minyakita di Pasar Mekongga Kolaka, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Bulog Kolaka)

Kendari (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kolaka, Sulawesi Tenggara, memastikan ketersediaan stok minyak goreng subsidi pemerintah "Minyakita" dalam kondisi aman guna menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

Kepala Kantor Cabang Bulog Kolaka, Ardiansyah, di Kolaka, Jumat, mengatakan berdasarkan data realisasi penyaluran, pihaknya telah menggelontorkan sebanyak 121.529 liter Minyakita sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

"Capaian ini merupakan respons atas tren permintaan masyarakat pada triwulan pertama yang cenderung meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Ardiansyah.

Ia menyebutkan, saat ini ketersediaan stok di gudang Bulog Kolaka tercatat sebanyak 25 ribu liter Minyakita dan 20 ribu liter minyak goreng premium. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring adanya alokasi rutin sebesar 60 ribu liter setiap bulan.

"Adapun prioritas alokasi terbesar disalurkan untuk wilayah Kabupaten Kolaka, yang kemudian disusul oleh Kabupaten Kolaka Utara dan Kabupaten Kolaka Timur," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam upaya menjaga stabilitas harga, pihaknya mengutamakan penyaluran melalui mitra Rumah Pangan Kita (RPK) dan kios pangan binaan yang berada di pasar tradisional, baik yang tercatat dalam sistem SP2KP maupun pasar rakyat.

"Setelah kebutuhan pasar terpenuhi, distribusi kemudian dilanjutkan kepada mitra pengecer di luar pasar yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB)," tambahnya.

Langkah ini dilakukan agar Minyakita dapat langsung menjangkau konsumen akhir dengan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pengecer mitra Bulog telah menandatangani pernyataan resmi untuk tidak menjual produk tersebut di atas harga HET. Hal ini dilakukan sebagai komitmen untuk melindungi daya beli masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok sangat mencukupi. Kami mengimbau warga berbelanja bijak sesuai kebutuhan, karena kami terus memastikan ketersediaan komoditas itu," tutur Ardiansyah.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026