
Bulog Kolaka serap langsung gabah petani perkuat cadangan pangan

Kolaka (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyerap langsung gabah petani guna memperkuat cadangan pangan daerah dalam menghadapi musim kemarau mendatang.
Kepala Kantor Cabang Bulog Kolaka, Ardiansyah saat ditemui di Kolaka, Rabu, mengatakan bahwa penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) pada Triwulan I 2026 telah mencapai 7.116 ton. Total serapan tersebut mencakup seluruh wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara.
"Hingga memasuki April ini, realisasi penyerapan sudah mencapai 34 persen dari proyeksi awal. Fokus utama penyerapan di Kabupaten Kolaka tersebar di Kecamatan Watubangga, Baula, Kolaka, dan Samaturu dengan tingkat produktivitas lahan yang masih stabil dibandingkan tahun sebelumnya," kata Ardiansyah.
Ardiansyah menjelaskan bahwa kondisi harga di tingkat petani saat ini, khususnya di wilayah Kolaka Timur, terpantau sudah berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Bulog Kolaka juga terus bersinergi dengan mitra kerja di penggilingan lokal untuk memastikan harga di tingkat produsen tetap terjaga dan tidak jatuh di bawah biaya produksi.
"Kami menyerap GKP petani any quality yang telah memasuki usia panen yang dibuktikan surat dari penyuluh. Kami juga terus mengimbau para petani agar tetap merawat hasil panennya dengan baik demi menjaga kualitas gabah agar mendapatkan kualitas hasil giling beras yang baik," ujarnya.
Ardiansyah mengungkapkan saat ini sarana pendukung pascapanen di wilayah Kolaka masih minim. Tercatat hanya terdapat sekitar empat unit penggilingan yang memiliki mesin pengering dengan kapasitas total 120 ton per hari.
Menurutnya, ketersediaan gudang penyimpanan tambahan juga sangat diperlukan untuk menampung beras hasil giling guna menjaga ketahanan stok dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ia menambahkan bahwa adapun seluruh gabah yang terserap pada triwulan pertama ini dialokasikan sepenuhnya untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
"Semua yang terserap ini disimpan menjadi cadangan beras pemerintah," jelasnya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra/Andika
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
