
BMKG imbau warga waspada potensi hujan lebat disertai petirdi Sultra

Kendari (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Maritim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara, Kamis.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kendari Faizal Habibie saat dihubungi di Kendari, mengatakan kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung mulai pukul 12.10 WITA hingga pukul 14.10 WITA.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat ini dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa titik wilayah Sulawesi Tenggara," kata Faizal Habibie.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, wilayah awal yang terdampak meliputi Kecamatan Konda dan Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Mata Usu di Bombana, Asera di Konawe Utara (Konut), serta Ladongi dan Poli-Polia di Kolaka Timur (Koltim).
"Kondisi ini diperkirakan meluas ke wilayah Kabupaten Kolaka (Pomalaa, Latambaga, Tanggetada), sebagian besar wilayah Konawe Selatan, Konawe Utara, hingga Kolaka Timur. Selain itu, potensi cuaca buruk juga dapat menjangkau wilayah Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Baruga dan Nambo," ujarnya.
Faizal Habibie menyampaikan bahwa masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir genangan, dahan pohon patah, serta berkurangnya jarak pandang bagi pengguna jalan.
Dia menambahkan bahwa BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi cuaca secara berkala dan meminta warga untuk tetap memantau kanal komunikasi resmi guna mendapatkan perkembangan kondisi cuaca terkini di wilayah masing-masin.
"Khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui laman yang telah terverifikasi atau lewat kanal cuaca.bmkg.go.id," tambah Faizal Habibie.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
