Logo Header Antaranews Sultra

Lebanon siap gelar pembicaraan dengan Israel untuk redakan ketegangan

Selasa, 10 Maret 2026 12:32 WIB
Image Print

Moskow (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun siap mengelar pembicaraan dengan kepemimpinan Israel untuk mencapai de-eskalasi konflik antar keduanya, seperti dilaporkan Kantor Berita NNA Lebanon pada Senin (9/3).

Pernyataan itu disampaikan presiden saat bertemu duta besar Norwegia, Swedia, dan Denmark di Beirut. Presiden mengkonfirmasi kesiapan penuh Lebanon untuk melanjutkan negosiasi dan membahas isu keamanan yang diperlukan untuk menghentikan serangan Israel, menurut laporan tersebut.

Aoun juga mengkonfirmasi bahwa dirinya telah menyampaikan sikap Lebanon kepada "sejumlah negara yang berupaya mengakhiri serangan Israel" terhadap Lebanon, lapor NNA.

Sebelumnya pada Senin, Israel mengumumkan peluncuran serangan darat terbatas ke Lebanon selatan yang menargetkan kelompok Syiah Hizbullah, yang berbasis di Lebanon.

Pada 2 Maret, serentetan roket ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel, dengan Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebagai balasannya, tentara Israel kemudian melancarkan serangan besar-besaran ke daerah-daerah berpenduduk di seluruh negeri Lebanon, termasuk ibu kota. Akibatnya, ratusan ribu warga mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di daerah-daerah yang lebih aman di Lebanon.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026