Logo Header Antaranews Sultra

PT Vale resmikan revitalisasi pasar dan nursery di Kolaka

Minggu, 1 Maret 2026 18:11 WIB
Image Print
Bupati Kolaka bersama CEO PT Vale saat melihat peta area Nursery IGP Pomalaa di Kecamatan Tanggetada Kolaka. (ANTARA/HO-PT Vale)

Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk meresmikan revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan pembangunan fasilitas pembibitan (nursery) terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan revitalisasi pasar tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar, tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya. Karena itu desainnya tidak hanya pasar, tetapi juga dilengkapi fasilitas pengolahan sampah,” kata Bernardus dalam peresmian revitalisasi Pasar Sentral Mekongga di Kolaka, Jumat.

Pasar Sentral Mekongga merupakan pusat perdagangan utama di Kabupaten Kolaka yang memasok sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah itu. Revitalisasi dilakukan di atas lahan seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional.

Proyek tersebut diproyeksikan menelan investasi sekitar Rp200 miliar dan ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Pasar dirancang lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya.

Bupati Kolaka Amri menyatakan revitalisasi pasar menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang representatif, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Revitalisasi ini diharapkan dapat menata kembali kios dan los agar lebih tertib serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kolaka mencatat realisasi investasi daerah pada 2025 mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.

Selain revitalisasi pasar, PT Vale melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa juga meresmikan nursery seluas lima hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare.

Fasilitas pembibitan tersebut memiliki kapasitas produksi hingga satu juta bibit per tahun, mencakup tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.

Bernardus menyebut pembangunan nursery merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang serta upaya menjaga keseimbangan antara kegiatan industri dan pelestarian lingkungan.

Nursery itu juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas bagi pelajar dan masyarakat.

Bupati Kolaka menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan.

Melalui proyek IGP Pomalaa, PT Vale menegaskan investasi industri yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kolaka dan Sulawesi Tenggara.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026