
PT Vale perkuat komitmen ESG lewat peningkatan investasi lingkungan pada 2025

Kendari (ANTARA) - PT Vale perkuat komitmen ESG lewat peningkatan investasi lingkungan pada 2025PT Vale Indonesia Tbk (“Perseroan”) mempertegas langkah keberlanjutan sebagai fondasi strategi bisnis jangka panjang dengan mencatatkan peningkatan investasi lingkungan sebesar 54,3 persen atau senilai 43,79 juta dolar AS sepanjang tahun 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam menghadapi kompleksitas industri sekaligus memperkuat aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai pendorong utama penciptaan nilai jangka panjang. Komitmen tersebut tertuang dalam Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan 2025 yang telah disampaikan secara resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4), menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi periode krusial dalam memperkuat peran keberlanjutan sebagai penggerak bisnis utama.
“Di PT Vale, ESG tertanam dalam setiap keputusan yang kami ambil, membentuk cara kami beroperasi, menciptakan nilai, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Kami meyakini bahwa keberhasilan jangka panjang hanya dapat dicapai ketika pertumbuhan dan keberlanjutan berjalan beriringan,” ujar Bernardus.
Investasi lingkungan yang dialokasikan Perseroan difokuskan pada percepatan agenda dekarbonisasi dan inisiatif efisiensi operasional. Hal ini membuahkan hasil pada penurunan intensitas energi, yang memperkuat jalur transisi perusahaan menuju operasi rendah karbon.
Dalam hal pemulihan ekosistem, PT Vale telah merehabilitasi 156,67 hektare lahan pascatambang di Sorowako. Selain itu, Perseroan juga memperluas dampak positif melalui program pemulihan daerah aliran sungai (DAS) seluas 2.988 hektare yang tersebar di lima provinsi.
Di bidang sosial, PT Vale mencatatkan peningkatan investasi pengembangan masyarakat sebesar 18,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 4,73 juta dolar AS. Program ini mencakup sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pembangunan infrastruktur dasar.
Hingga akhir 2025, Perseroan mencatat 83,3 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, dengan representasi perempuan yang meningkat menjadi 12,1 persen di seluruh lini organisasi.
Kinerja tata kelola PT Vale juga menunjukkan tren positif. Peringkat Risiko ESG dari Sustainalytics membaik menjadi 23,7, atau mencerminkan penurunan eksposur risiko sebesar 19,4 persen. Di tingkat regional, Perseroan meraih skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 99,53, yang menunjukkan praktik transparansi dan akuntabilitas berstandar tinggi.
Ke depan, PT Vale berkomitmen untuk terus mengintegrasikan prinsip ESG dalam proyek pertumbuhan strategis di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali. Langkah ini diharapkan dapat mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus berkontribusi pada transisi energi global melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
