
Bupati resmikan Nursery PT Vale, konservasi dan pembelajaran ruang hijau di Kolaka

Kendari (ANTARA) -
Bupati Kolaka meresmikan Nursery atau pusat pembibitan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa di area Kebun Raya Kolaka ,kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka ,Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari upaya konservasi berkelanjutan dan pembelajaran ruang hijau di wilayah itu.
Bupati Kolaka Amri di Kolaka, Sabtu, mengatakan bahwa Nursery PT Vale merupakan langkah perusahaan dalam mendukung konservasi lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
"Kehadiran Nursery di Kolaka ini diharapkan menjadi pusat berkelanjutan dan juga sebagai tempat edukasi bagi pelajar," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan ekonomi, bukan hanya melalui sektor pertambangan, tetapi sejalan dengan tanggung jawab ekologis. Dan perusahan memiliki kawajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan.
"Kita berharap, ini bagian dari pusat pembibitan. Kemudian dapat memberikan dukungan kepada pemerintah daerah," ujarnya.
Dengan adanya Nursery atau pusat pembibitan PT Vale, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas bibit tanaman yang akan dimanfaatkan untuk mereklamasi lahan bekas tambang, serta mendukung program reboisasi dan penghijauan di daerah sekitar.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menegaskan bahwa Nursery tersebut bukan hanya semata-mata untuk mendukung reklamasi PT Vale, tapi ini menjadi pusat studi dan konservasi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Nursery ini kan area konsevasi, dalam area ini nantinya akan dikembangkan tanaman sekaligus hewan endemik yang bisa menjadi pembelajaran untuk masyarakat hingga anak-anak sekolah," katanya.
Ia menyebutkan bahwa area Nursery ini seluas lima hektare dengan kapasitas satu juta bibit tanaman pohon.
"Satu juta pohon ini bukan hanya bibit tanaman hutan, tapi juga dengan tanaman mangrove," ucap dia.
Selain itu, Nursery ini adalah bukti nyata komitmen PT Vale dalam menjalankan praktek pertambangan berkelanjutan. Yang dimana perusahaan tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga memastikan bahwa aktivitas pertambangan mereka seimbang dengan upaya penghijauan dan reklamasi lahan.
"Kita ingin melihat Kolaka ini berkembang, tetapi berkembang secara bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan didorong oleh investasi pertambangan yang bertanggung jawab," ujarnya.
Melaui Nursery ini, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap program rehabilitasi lahan, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan, yang bertanggung jawab sebagai bagian integral dari proses operasional perusahaan.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
