
Disdikbud Sultra motivasi siswa SMA Unggulan Garuda

Kendari (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DisDikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggencarkan sosialisasi ke berbagai sekolah guna memotivasi putra-putri daerah agar mampu bersaing dalam seleksi nasional masuk SMA Unggulan Garuda yang berlokasi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Sultra Aris Badara saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan sosialisasi masif ini dilakukan di 17 kabupaten/kota untuk memastikan siswa lokal mendapatkan informasi utuh mengenai proses pendaftaran yang dibuka hingga 28 Februari 2026.
"Proses pendaftaran dilakukan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Artinya, calon siswa asal Sultra harus bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Kami turun langsung untuk memotivasi siswa berpotensi agar peluang ini dimanfaatkan maksimal oleh putra-putri daerah," kata Aris saat meninjau sosialisasi di SMPN 1 Kendari.
Aris Badara menjelaskan seleksi tersebut nantinya dilakukan secara ketat dan transparan, mencakup verifikasi administrasi, tes akademik, tes psikologi, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
"Kami memprioritaskan siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu namun memiliki capaian akademik baik, khususnya yang unggul di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)," ujarnya.
Ia berharap keberadaan sekolah unggulan ini tidak hanya meningkatkan standar pendidikan di Bumi Bahteramas, tetapi juga memberikan ruang bagi tenaga pendidik lokal untuk berkontribusi dalam transformasi pendidikan nasional.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Kendari Abdul Wahid mengungkapkan antusiasme siswanya cukup tinggi dengan tercatatnya 50 orang pendaftar . Ia optimistis prestasi akademik dan non-akademik yang dimiliki siswanya mampu menjadi modal kuat untuk lolos seleksi nasional tersebut.
“Dengan capaian siswa SMPN 1 Kendari, kami optimistis mereka berpeluang lolos dan mengisi SMA Unggulan Garuda,” ucapnya.
Dia menambahkan SMA Unggulan Garuda yang dibangun di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, merupakan salah satu dari empat sekolah unggulan baru di Indonesia yang diproyeksikan menjadi pusat pemerataan pendidikan berkualitas.
Di atas lahan seluas 20 hektare, sekolah itu hanya menyediakan kuota 160 siswa untuk delapan ruang kelas pada tahun ajaran 2026/2027.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
