
Pasca-merger, XLSMART raih pertumbuhan laba bersih 63 persen di 2025

Kendari (ANTARA) - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan double digit pada seluruh lini bisnis utama pasca-tuntasnya proses penggabungan (merger) perusahaan.
Entitas baru hasil integrasi XL Axiata dan Smartfren ini berhasil membukukan laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) sebesar Rp3,0 triliun, melonjak 63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).
“Kami bangga dengan hasil pencapaian dari fase awal merger ini. Integrasi dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana, dan target sinergi efisiensi yang besar berhasil dicapai,” ujar Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sepanjang 2025, XLSMART meraih total pendapatan sebesar Rp42,5 triliun atau tumbuh 23 persen YoY. Kenaikan ini didorong oleh kontribusi layanan data dan digital yang kini mendominasi lebih dari 90 persen total pendapatan perseroan.
Jumlah pelanggan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 24 persen menjadi 73 juta pengguna. Selain volume, kualitas pelanggan meningkat yang ditandai dengan kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) campuran menjadi Rp39,5 ribu, bahkan menyentuh Rp44,8 ribu pada kuartal IV-2025.
Dari sisi finansial, merger ini berhasil merealisasikan sinergi senilai 250 juta dolar AS pada tahun pertama. Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas (Free Cash Flow) yang sehat sebesar Rp6,6 triliun dengan posisi utang yang terkendali tanpa eksposur mata uang asing (USD).

Keberhasilan ini dibarengi dengan akselerasi infrastruktur:
. Jumlah BTS: Meningkat 36 persen YoY menjadi lebih dari 225 ribu unit.
. Trafik Layanan: Tumbuh 38 persen YoY mencapai 14.566 Petabytes.
. Kecepatan Unduh: Meningkat hingga 83 persen pasca-integrasi jaringan.
Menandai kepemimpinan digitalnya, XLSMART meluncurkan layanan 5G secara serentak di 33 kota/kabupaten di Indonesia, dengan fokus awal di Jakarta dan Surabaya. Layanan ini mengandalkan tiga pilar utama: blanket city coverage, auto 5G experience berkecepatan hingga 250 Mbps, dan spektrum frekuensi khusus (dedicated).
“Fokus kami ke depan adalah pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan dengan fondasi infrastruktur yang lebih kuat untuk mendukung kemajuan nasional melalui inklusi digital,” jelas Rajeev.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
