
Polda Sultra panen jagung di lahan lima hektare di Kendari dukung ketahanan pangan

Kendari (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas lima hektare di Kelurahan Abeli Dalam Kecamatan Puuwatu Kota Kendari, Sultra, sebagai langkah nyata mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sultra Kombes Pol Arief Fitrianto di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa kegiatan panen raya serentak kuartal I tahun 2026 tersebut merupakan salah satu bentuk keberhasilan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di Kota Kendari, Sultra.
"Panen raya kali ini merupakan hasil penanaman yang dilakukan pada akhir tahun 2025. Di lokasi ini (Abeli Dalam), kita mengelola lahan seluas lima hektare," Arief Fitrianto.
Ia menjelaskan bahwa inisiatif ketahanan pangan ini telah menunjukkan hasil signifikan sepanjang tahun 2025.
Polda Sultra beserta jajaran Polres di seluruh wilayah Sultra tercatat telah menggarap total lahan seluas 1.474 hektare.
Dari total luas lahan tersebut, Polri berhasil memproduksi sekitar 5.000 ton jagung yang berkontribusi langsung pada penguatan ketersediaan pangan di daerah.
"Capaian produksi 5.000 ton menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya pada tahun 2026 ini," ujarnya.
Arief Fitrianto mengungkapkan bahwa kegiatan panen raya ini turut melibatkan partisipasi aktif dari perwakilan Korem 143/Haluoleo (HO), Lanal Kendari, Lanud Haluoleo, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Dinas Pertanian Sultra, hingga Perum Bulog Sulawesi Tenggara.
Ia menyampaikan bahwa sinergi lintas sektoral ini bertujuan untuk memastikan stabilitas stok pangan dan mendukung kesejahteraan para petani lokal melalui pendampingan lapangan serta optimalisasi lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif.
"Polda Sultra berkomitmen untuk menjadikan program pertanian ini sebagai agenda berkelanjutan, guna memastikan Sulawesi Tenggara tetap tangguh dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan di masa depan," tambah Arief Fitrianto.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
