Logo Header Antaranews Sultra

PT Vale edukasi bahaya narkoba bagi masyarakat di Kolaka

Kamis, 20 November 2025 12:44 WIB
Image Print
Sr. Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa dr Aditya Hafria Vanani saat memberikan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Napza di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. (ANTARA/Andika/La Ode Muh Deden Saputra)

Kolaka (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomala memberikan edukasi bahaya narkoba lewat sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya (NAPZA) bagi masyarakat di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Sr. Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa dr Aditya Hafria Vanani di Kolaka, Kamis, mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pada generasi muda agar terhindar dari risiko serta dampak buruk penyalahgunaan Napza tersebut.

"Untuk hari ini khusus Di Desa Puubunga, nanti di bulan depan kita akan keliling ke Posyandu yang lain. Target kita, semua desa dan posyandu dalam dua tahun bisa kita datangi untuk memberikan promosi kesehatan ini," katanya.

Aditya menjelaskan bahwa penyalahgunaan Nabza tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dan dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu yang terlibat, tetapi juga di lingkungan sekitarnya.

"Untuk dampaknya sendiri yang pertama pastinya kan kesehatan. kesehatan dalam artian orang yang menyalahgunakan narkoba, tentu kondisi kesehatan fisik maupun mentalnya menjadi bermasalah," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Nabza ini sangat penting, baik dari sisi perusahaan maupun masyarakat. Karena, nantinya mereka-mereka ini khususnya yang jadi siswa, itu bisa diproyeksikan untuk bekerja di perusahaan.

"Jadi, kita menanamkan mindset pencegahan penyalahgunaan narkoba ini dari awal agar mereka siap produktif untuk bekerja di perusahaan," kata Aditya.

Sementara, dari sisi masyarakat yang produktif dan bebas narkoba dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, sejahtera, dan harmonis, sehingga angka kriminalitas dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat meningkat.

Selain itu, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan kesadaran, memberikan dukungan kepada keluarga dan komunitas, serta melaporkan kasus penyalahgunaan narkoba kepada pihak berwajib.

"Untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba ini, memang harus segala lini harus berperan di sana. Nggak bisa hanya dari polisi, BNN (Badan Narkotika Nasional), tapi semua lini supaya semua sadar," ucap Aditya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula Hasrul Tonapa mengimbau masyarakat untuk menghindari penyalahgunaan Napza tersebut guna mencegah kecanduan dan dampak buruk yang ditimbulkan dari obat-obatan terlarang itu.

"Napza ini adalah zat atau obat yang dapat menimbulkan perubahan pada kesadaran, pikiran, perasaan, dan prilaku seseorang" ucap Hasrul.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Puubunga Sutaji, mengucapkan terimakasih kepada PT Vale karena masih peduli kepada masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA di wilayah itu.

Ia menyebutkan bahwa Di Desa Puubunga memiliki jumlah penduduk sekitar 1.560 jiwa, dan diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat bisa terhindar dari penyalahgunaan Nabza tersebut.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya program sosial lingkungan ini dari PT Vale. Dan muda-mudahan di desa-desa lain juga bisa begini nanti," kata Sutaji.

Ia berharap kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diketahui, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Napza tersebut merupakan bagian dari program sosial lingkungan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa dalam mewujudkan Kolaka sehat, bersih, dan berdaya.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026