Kendari (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua meminta kepada seluruh Umat Kristen agar menjaga persatuan dan kesatuan lewat Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) yang baru terbentuk di provinsi itu.
Wagub Sultra Hugua saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan pihaknya berharap agar Bamagnas dapat menjadi katalisator kerukunan di tengah keberagaman Bumi Anoa itu.
"Kita percaya bahwa dengan terbentuknya badan musyawarah antar gereja ini, maka persatuan dan kesatuan semakin ditingkatkan," kata Hugua usai mengukuhkan Pengurus Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Bamagnas Sultra.
Dia menyebutkan keanekaragaman budaya, etnis, maupun berbagai versi di dalam tubuh umat Kristiani justru harus disikapi sebagai keindahan. "Keberagaman itu justru menjadi indah dan selalu dalam kebersamaan dan kasih," ujarnya.
Untuk itu dia juga berharap melalui jalur-jalur emosional dan persaudaraan yang dibangun oleh Bamagnas, semua masalah yang ada di Sultra dapat diselesaikan di tingkat akar rumput tanpa harus melibatkan pemerintah atau aparat keamanan.
"Kalau itu terjadi, maka saya percaya semua masalah-masalah yang ada di Sultra bisa kita selesaikan lewat jalur-jalur seperti ini. Damai di sini dulu, jangan sampai-sampai ke Pak Wagub dan semua aparat," jelasnya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Bamagnas RI Hence Bulu menjelaskan Bamagnas adalah sebuah organisasi yang berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan gereja-gereja Kristen di Indonesia guna memperkuat kerukunan umat beragama.
"Bamagnas berdiri sejak tahun 2014 dan kami sudah berada di 37 provinsi, ditambah dengan ini (Sultra). Kami sudah ada di 350 kabupaten/kota se-Indonesia," ucap Hence Bulu.
Hence menjelaskan tujuan utama organisasi ini adalah menyatukan gereja-gereja dari berbagai denominasi dalam satu rumah secara oikumeneis untuk menjaga persatuan dan kerukunan, sesuai dengan prinsip Bamagnas yaitu terwujudnya persatuan dan kesatuan antar umat Kristiani dalam bingkai NKRI.
Ia menambahkan Bamagnas berperan strategis sebagai mitra kerja pemerintah dalam memperkuat kohesi sosial antar umat beragama, menjaga kerukunan, dan memfasilitasi kegiatan positif di tengah perbedaan.
"Kami berharap teman-teman sekalian agar kiranya senantiasa bekerja sama dengan pemerintah daerah, bersinergi membantu pemerintah daerah untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Sultra," ungkap Hence Bulu.
Di tempat yang sama Ketua DPW Bamagnas Sultra Pdt. Marthen menegaskan organisasi yang baru dikukuhkan ini berkomitmen penuh untuk bermitra dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban.
"Komitmen kami adalah bersama-sama dengan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat termasuk dengan pihak kepolisian. Kami siap untuk bekerja sama sebagaimana misi dari gereja, yaitu memperjuangkan terciptanya kehidupan yang penuh damai sejahtera atau shalom," kata Marthen.
Ia menambahkan pengurus Bamagnas Sultra akan senantiasa menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik dengan Pemprov Sultra dan jajaran Kepolisian setempat.
Tujuannya adalah menciptakan kehidupan yang tertib, aman, serta mendukung penyelenggaraan pembangunan negara oleh pemerintah demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran.

