Kendari (ANTARA) - Bupati Konawe Yusran Akbar membagikan pengalaman serta tantangan dalam proses pengambilan kebijakan berbasis data di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bupati Konawe Yusran Akbar saat ditemui di Kendari, Selasa, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai calon policy maker untuk bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan.
"Kita berbagi pengalaman, berbagi informasi. Saya menyampaikan supaya benar-benar belajar. Artinya dalam pengambilan data harus referensinya harus banyak serta analisisnya harus kuat. Karena tujuannya mengambil sebuah kebijakan ya dengan data-data yang akurat dan sangat tepat," kata Yusran Akbar.
Menanggapi tantangan geografis Konawe yang memiliki wilayah terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan, Yusran Akbar menjelaskan bahwa Pemkab Konawe mengandalkan teknologi untuk memastikan akurasi dan kecepatan data.
"Memang ini ada jaraknya jauh. Kita tetap menggunakan teknologi karena sekarang sudah ada internet. Kalau diantar pakai mobil nanti pekerjaannya sama lama. Jadi, kita tetap menggunakan teknologi, internet masih aktif," jelasnya.

Meskipun demikian, Yusran mengakui masih ada beberapa titik blank spot di wilayah Konawe, khususnya di beberapa desa, meski bukan di pusat pemerintahan desa.
Pihaknya telah mengambil tindakan dengan melaporkannya ke pihak telekomunikasi dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk pemasangan jaringan internet.
"Kita bekerja terus semoga tahun depan di 2026 bisa teratasi. Nah, kalau untuk jaringan Telkomsel yang ada kita harus ada pengajuan ke Telkomsel pusat juga," ucapnya.
Sementara itu, Dekan FISIP UHO, Prof. Eka Suaib menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Yusran sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena memberikan pandangan praktis yang otentik.
"Pak Yusran tadi sebagai praktisi menceritakan bagaimana misalnya ketika dia mau jadi bupati itu menganalisis tentang kecenderungan frame hasil-hasil survei. Lalu kemudian ketika dia jadi bupati agar kebijakannya tidak salah, sebanyak mungkin dia mendengarkan aspirasi masyarakat, aspirasi OPD, kemudian dia ramu menjadi kebijakan," sebut Eka Suaib.
Eka Suaib mengatakan alasan dipilihnya Yusran Akbar, yang merupakan bupati muda, adalah karena kesediaannya untuk membagi ilmu dan pengalaman.
Hal ini sangat dibutuhkan mahasiswa untuk membekali diri dengan fundamental skill, sehingga terjadi pertemuan antara dunia praktisi dengan kebutuhan akademik mahasiswa.

