Kendari (ANTARA) - Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara menyoroti rendahnya kehadiran dan kedisiplinan aparatur sipil negara di Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra yang hadir pada apel Rabu pagi hanya sekitar 42 persen.
Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan dari hasil inspeksi mendadak yang dilaksanakan di dinas tersebut, pihaknya hanya mendapati sebanyak 22 dari total 59 orang pegawai di Diskominfo yang hadir.
"Kalau tingkat kehadirannya hanya 42 persen, ini catatan khusus. Artinya ada masalah kedisiplinan, terutama pada pagi hari. Saya minta semua kantor berbenah, jangan sampai angka ini turun lagi," kata Hugua.
Dia menyoroti kehadiran ASN pada pagi hari itu hanya sebanyak 22 orang. Sementara sisanya ada yang izin dan satu orang yang sakit.
"Hanya 22 orang yang hadir, sementara sembilan pegawai izin, delapan tugas luar dan satu orang sakit," ujarnya.
Hugua mengungkapkan tingkat kehadiran yang rendah ini tidak bisa dianggap sepele karena menunjukkan adanya persoalan manajemen internal. Kondisi ini perlu perhatian serius dari pimpinan instansi.
"Kalau pimpinannya tidak hadir, kemudian persentase kehadiran turun, berarti ada yang harus diperbaiki. Ini menjadi evaluasi bagi Dinas Kominfo," tambah Hugua.
Wagub juga menjelaskan jika per 10 September 2025 dirinya akan langsung turun ke dinas-dinas secara acak untuk memimpin apel. Langkah ini dilakukan untuk memantau kedisiplinan ASN secara langsung.
"Ini bukan sidak karena masa sidak sudah selesai. Tapi, saya akan cek secara acak, jangan sampai ada kantor yang kinerjanya turun," jelasnya.
Hugua mengungkapkan jika Pemprov Sultra akan melakukan evaluasi berkala terhadap seluruh OPD. Setiap tiga bulan, pemerintah akan mempublikasikan peringkat kantor dengan kinerja terbaik hingga terburuk.
"Untuk yang terbaik akan diberikan reward, sementara yang terendah akan mendapat teguran. Semua datanya jelas dan terukur," tambahnya.

