Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat jumlah warga yang melakukan Chek Kesehatan Gratis (CKG) di daerah itu hingga 5 Juli 2025 mencapai 47.357 jiwa.
"Pemeriksaan kesehatan gratis atau cek kesehatan gratis di Kota Kendari sejak launching 10 Februari-5 Juli 2025 sudah sebanyak 47.357 jiwa," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Kendari Hasmirah saat ditemui di Kendari, Rabu.
Hasmirah menyebutkan dari 47.357 jiwa yang melakukan CKG di Kota Kendari itu didominasi dari masyarakat dewasa usia 18-59 tahun, disusul dengan masyarakat lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, dan balita. Sementara, untuk CKG anak sekolah saat ini masih menunggu arahan dari pusat.
"Data ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang banyak melakukan pemeriksaan kesehatan gratis itu ternyata usia dewasa 39.625 orang, lansia 3.911 orang, dan balita 2.982," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa CKG ini sangat penting untuk dilakukan, karena deteksi dini menjadi kunci utama untuk mengetahui faktor risiko dalam mencegah penyakit tidak menular, seperti hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, obesitas sentral atau lingkar perut, dan beberapa penyakit tidak menular lainnya.
"Jadi, kita mau melihat apakah memang selama ini kita punya faktor risiko untuk terkena penyakit di kemudian hari, baik aktifitas dan gaya hidup sehari-hari, yang ternyata ini bisa menyumbang risiko penyakit di kemudian hari terutama penyakit tidak menular," sebut Hasmirah.
Menurut dia, CKG ini bertujuan untuk mencegah agar masyarakat tidak terkena risiko penyakit di kemudian hari, serta untuk menghindari adanya komplikasi yang terjadi.
Ia menambahkan bahwa saat ini CKG di Kota Kendari sudah mencapai 12,5 persen atau sebanyak 47.357 orang, dan pihaknya optimis akan menjangkau seluruh masyarakat di Kota Kendari untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit mereka.
"Tahun ini, dari Kementerian Kesehatan menargetkan kita harus mencapai 36 persen masyarakat yang wajib di cek kesehatan gratis dan untuk Kota Kendari sampai 5 Juli kita sudah mencapai 12,5 persen," cakapnya.
Untuk mencapai target itu, Dinkes Kota Kendari mengerahkan setiap puskesmas mencari tempat atau komunitas yang bisa dilakukan CKG, misalnya perkantoran, perumahan, atau komunitas apapun yang bisa dilakukan CKG tersebut.
"Jadi, bukan kita menunggu di puskesmas, tapi teman-teman puskesmas yang menyasar keluar dari puskesmas dan mencari tempat atau komunitas yang bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis," jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Kendari untuk segera memanfaatkan CKG ini, karena CKG ini banyak manfaatnya untuk menghindari penyakit yang ditakutkan terutama penyakit yang tidak menular.

