Logo Header Antaranews Sultra

Ramadhan 1446 H: Sejumlah harga kebutuhan pokok di Situbondo merangkak naik

Selasa, 4 Maret 2025 13:18 WIB
Image Print
Aktivitas warga berbelanja di pasar tradisional di Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto

Situbondo (ANTARA) - Sejumlah kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, merangkak naik sejak sebelum hingga memasuki Ramadhan 1446 Hijriah.

Salah seorang pedagang di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Suciarti mengatakan sejak sebelum Ramadhan kebutuhan pokok masyarakat terus mengalami kenaikan harga, seperti daging ayam potong saat ini Rp36.000 per kilogram dari sebelumnya Rp27.000 per kilogram.

"Harga telur ayam broiler yang sebelumnya Rp28.000 saat ini naik Rp30.000 per kilogram, minyak goreng curah saat ini melonjak Rp19.000 per liter dari sebelumnya Rp12.000, dan semua mahal sekarang," ujarnya di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.

Suciarti juga mengungkapkan harga beras premium juga mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp14.500 saat ini naik menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras jenis medium saat ini harganya Rp13.500 per kilogram dari sebelumnya Rp11.000 per kilogram.

"Bawang merah terus merangkak naik saat ini sudah Rp48.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram, apalagi harga cabai merah kecil sudah tembus Rp100.000 per kilogram, dan bawang putih juga naik menjadi Rp38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp35.000," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo Ruben Pakilaran mengakui bahwa sejumlah bahan pokok harganya naik.

"Menurut kami itu biasa terjadi ketika barang sedikit sementara permintaan meningkat, ya harganya pasti mahal, itu sudah hukum pasar," katanya.

Ruben menyampaikan pemerintah hanya memastikan bahwa masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok di Situbondo, dan selama bahan pokok tersedia dan tidak ada kelangkaan, pemerintah cukup memantau saja.

"Harga itu kan mengikuti pasar, yang penting barang tersedia, masyarakat tidak kesulitan untuk untuk mendapatkan sembilan bahan pokok, itu sudah cukup," kata Ruben.

Ruben menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan melaksanakan pasar sembako yang dijual dengan harga murah, di antaranya beras, gula, minyak goreng, dan telur.

"Tentunya Bulog dan Kantor Pos juga akan menggelar pasar murah dengan menjual sembako di bawah harga eceran tertinggi atau HET," kata Ruben.



Pewarta :
Editor: Sarjono
COPYRIGHT © ANTARA 2026