
Polri bangun jembatan Dhira Brata untuk tingkatkan aksesibilitas warga Kolaka

Kendari (ANTARA) -
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun jembatan gantung Dhira Brata untuk meningkatkan aksesibilitas warga di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo saat ditemui di Kolaka, Selasa, mengatakan bahwa jembatan tersebut diproyeksikan untuk membuka aksesibilitas warga di wilayah yang terisolasi. Jembatan sepanjang 30 meter tersebut menghubungkan dua wilayah, yakni Kelurahan 19 November dan Kelurahan Sabilambo, Kabupaten Kolaka.
"Hadirnya jembatan ini membuat masyarakat lebih mudah terakses, membantu perputaran ekonomi karena koneksi yang lebih bagus, serta memberikan kemudahan bagi anak sekolah," kata Dedi Prasetyo.
Dia menyebutkan bahwa selain infrastruktur jembatan, pihaknya juga telah menyiapkan sarana transportasi gratis bagi pelajar di ujung jalan jembatan tersebut untuk menjamin kelancaran akses pendidikan.
"Sebelum adanya jembatan gantung permanen ini, warga setempat harus bertaruh nyawa menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan batang kelapa selama kurang lebih 20 tahun," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kolaka, Udin mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan dan membahayakan, terutama saat musim penghujan.
"Dulu hanya bambu, kalau lapuk kami ganti batang kelapa. Kalau musim hujan anak-anak tidak bisa lewat karena licin, apalagi kalau air sungai meluap, mereka terpaksa tidak pergi sekolah," ungkap Udin.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri yang saat ini telah membangunkan jembatan tersebut untuk meningkatkan aksesibilitas di wilayah itu.
Diketahui, jembatan gantung Dhira Brata memiliki lebar 1,2 meter dengan kapasitas beban maksimal 200 kilogram. Infrastruktur ini kini sudah dapat dimanfaatkan oleh pejalan kaki, pelajar, serta kendaraan roda dua untuk menunjang mobilitas harian masyarakat di kedua kelurahan tersebut.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
