Logo Header Antaranews Sultra

Serangan milisi di Burkina Faso menewaskan 12 tentara

Senin, 4 Oktober 2021 22:29 WIB
Image Print
Ouedraogo Rasmata, 55, yang menyelamatkan diri dari serangan militan bersenjata di wilayah ahel bagian Soum menyiapkan pasir untuk dijual kepada pekerja konstruksi di kamp tak resmi bagi warga terlantar di pinggiran Ouagadougou, Burkina Faso, Kamis (19/11/2020). REUTERS/Zohra Bensemra /WSJ/djo (REUTERS/ZOHRA BENSEMRA)

Dakar (ANTARA) - Serangan milisi di wilayah utara Burkina Faso menewaskan sedikitnya 12 tentara dan melukai lima orang lainnya, menurut lima sumber keamanan pada Senin.

Serangan terhadap datasemen militer berlangsung di dekat Kota Yirgou di Provinsi Sanmatenga pada Senin pagi. Jumlah korban tewas kemungkinan terus bertambah, kata salah satu sumber.

Pemerintah Burkina Faso tidak langsung bersedia memberikan komentar mengenai peristiwa itu.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kota Yirgou menjadi lokasi penyerangan milisi lainnya pada Juni, lokasi sedikitnya 15 petugas polisi terbunuh. Unit mereka mengunjungi kota tersebut melalui misi bantuan menyusul terjadinya kekerasan milisi sebelumnya.

Serangan terkait al Qaeda dan ISIS semakin gencar di seluruh kawasan Sahel Afrika, dengan menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan orang terlantar di seluruh Burkina Faso, Mali dan Niger.

Di Burkina Faso sendiri sekitar 1,2 juta orang mengungsi akibat kekerasan.

Sumber: Reuters



Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026