DKI Jalarta catat 12.071 warga yang terpapar COVID-19 sembuh saat Idul Adha

id Kasus covid-19, covid-19 di Jakarta, covid jakarta

DKI Jalarta catat 12.071 warga yang terpapar COVID-19 sembuh saat Idul Adha

Warga berjemur di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 12.071 warga di Ibu Kota tercatat sembuh dari COVID-19 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Berdasarkan data dari laman "corona.jakarta.go.id" di Jakarta, Selasa, yang dikumpulkan hingga pukul 10.00 WIB, angka tersebut menambah akumulasi tingkat kesembuhan di DKI Jakarta menjadi 652.242 orang.



Tingkat kesembuhan di DKI Jakarta terbilang tinggi, yakni mencapai 86,1 persen dan tingkat kematian sekitar 1,4 persen.

Sedangkan jumlah kasus aktif pasien yang dirawat atau masih menjalani isolasi mandiri tercatat menurun mencapai 6.123 orang dengan total akumulasi kasus aktif menjadi 94.673 kasus.

Namun, jumlah orang meninggal dunia masih ada pertambahan sebanyak 265 orang menjadi total 10.610 kasus.

Kasus positif COVID-19 bertambah 6.213 orang sehingga total akumulasi menjadi 757.525 kasus.

Bertepatan Hari Raya Idul Adha ini, jumlah orang yang dites usap berbasis "PCR" mencapai 27.199 orang dan jumlah spesimen dites PCR mencapai 38.186 spesimen.

Total tes PCR per sejuta penduduk di Jakarta hingga 20 Juli 2021 mencapai 469.749 tes dan persentase kasus positif secara total mencapai 15,1 persen.



Pada kesempatan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini warga Jakarta akan lebih solid dan lebih guyub setelah pandemi COVID-19 berakhir.

"Kami percaya sesudah lewat pandemi ini, Insya Allah Jakarta lebih solid, Jakarta lebih guyub dan Jakarta lebih kuat. Kenapa? Karena ikatan sosial terbangun, saling tolong menolong terbangun," kata Anies saat menghadiri serah terima bantuan di Kawasan Monas Jakarta Pusat, Senin.

Menurut Anies, kekuatan tersebut terbangun dengan sendirinya mengingat masa sulit dua tahun ini dilewati dengan saling tolong dan membantu.

Anies menjelaskan bahwa Jakarta masih dalam masa ujian, terutama kebijakan PPKM Darurat ini, membuat hari-hari warga Ibu Kota penuh dengan tantangan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai bahwa selama dua pekan PPKM Darurat berjalan, masyarakat merasakan beban ekonomi.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat yang telah sukses merasakan peningkatan ekonomi selama di Jakarta, dapat saling membantu kepada warga yang kekurangan dalam hal materi.

"Selama dua pekan ini adalah dua pekan yang penuh cobaan. Karena itu, momen ini adalah kesempatan untuk kita semua saling berbagi," ujar Anies.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar