
Wali Kota Baubau sebut semangat berkompetisi harus dalam koridor sportivitas

Baubau (ANTARA) - Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin menyebutkan bahwa semangat berkompetisi olahraga harus dalam koridor menjunjung tinggi sportifitas sehingga semakin mempererat persaudaraan dan silatuhami.
"Memang masing-masing ingin mendapatkan prestasi yang lebih baik, ingin mendapatkan juara satu misalnya, tetapi yang kami harapkan adalah semangat kompetisi itu harus dalam koridor kesantunan dan koridor objektifitas, jangan hanya karena ingin merebut lalu menimbulkan suatu gesekan-gesekan yang berujung pada cekcok, harus tetap pada ranah sportifitas," ujar Wali Kota AS Tamrin, saat memberikan sambutan sekaligus menutup turnamen sepak bola Liga Rompi ke-V memperebutkan piala bergilir "Kalhi" dan piala tetap Assad Adi Karim, di Lapangan Lembah Hijau, Baubau, Ahad.
Karena, kata dia, maksud diadakannya sebuah pertandingan seperti ini adalah untuk lebih mempererat persaudaraan, memupuk tali silaturahmi dan pertemanan dari semua. Sehingga diharapkan jangan lantaran memperebutkan dengan semangat egonnya dan yang tinggi justru menimbulkan gesekan-gesekan.
"Memang didalam bertanding harus bersaing untuk mengadu keretampilan masing-masing, tetapi harus sportif sehingga untuk meningkatkan prestasi yang lebih baik. Alhamdullilah saya bersyukur dari pertama sampai selesai ini (turnamen) tidak adanya gesekan," ujarnya.
Orang nomor satu dikota Baubau ini juga mengapresiasi diadakannya turnamen tersebut karena semakin seringnya digelar akan semakin mengasah keterampilan dan meningkatkan kualitas bakat khususnya dibidang olah sepak bola itu. Karena tanpa latihan dan kompetisi tidak akan bisa mendorong dan meningkatkn kemampuan adik-adik dalam mengembangkan minat dan bakat.
"Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan, wasit dan seluruh pamain dan masyarakat atas partisipasi atau keikutsertaannya," ujar Wali Kota Baubau dua periode ini.
Ia juga mengatakan, pihaknya dalam hal ini pemerintah daerah akan mendukung kegiatan tersebut, bahkan diharapkan turnamen olahraga seperti itu selain Koni, juga kedepan bisa berasal dari Corporate Social Resposnsibility (CSR) perusahaan, dan perlunya juga kreatifitas dari adik-adik.
Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang menjadi idola atau bisa dikatakan olahraga nomor wahid dari olahraga lainnya yang sangat diminati masyarakat. 
Sementara itu, tokoh pemuda Assad Adi Karim mengatakan, bahwa kegiatan turnamen yang diikuti delapan klub itu terselenggara atas kerja sama dan sinergitas teman-teman Komunitas Anak Lembah Hijau (Kalhi) yang merupakan organisasi atau perkumpulan pecinta sepak bola.
"Kegiatan ini kami berpikir bersama-sama bagaimana kita bekerjasama untuk mempererat tali persaudaraan diantara kita sesama masyarakat terkhusus pecinta sepak bola," pungkas Assad yang juga anggota DPRD Kota Baubau ini.
Dia berharap, pemerintah daerah dapat lebih bersinergi mengembangkan dunia sepak bola di daerah itu, sehingga dapat menjadi ikon daerah hingga dilevel nasional.
"Bagaimana ke depannya sepak bola dapat kita kembangkan atau bahkan kita gaungkan kembali. Memang prestasi sepak bola Baubau atau juga kancah nasional sangat memprihatinkan. Olehnya itu, kita berharap ini dapat menjadi perhatian yang lebih serius," katanya.
Dia juga mengajak semua pecinta sepak bola untuk bersama-sama menciptakan Baubau sebagai daerah yang rukun, damai, aman, harmonis dan tentram dalam bingkai Po-5 (Pomaa maasiaka, Popia piara, Pomae maeaka, Poangka angkataka, Pobinci binciki kuli).
Pewarta : Yusran
Editor:
Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
