BKKBN-Pemkot Kendari Berkolaborasi Atasi Stunting

id BKKBN

BKKBN-Pemkot Kendari Berkolaborasi Atasi Stunting

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat menghadiri talk show bersama Deputi Bidang KSPK BKKBN Republik Indonesia, M. Yani di salah satu stasiun tv swasta di Kendari, Sabtu malam. (Foto Humas BKKBN Sultra)

Kendari (ANTARA) - BKKBN bersama Pemerintah Kota Kendari menyatakan komi8tmen untuk berkolaborasi agar stunting dapat diatasi, salah satunya dengan menyediakan forum kepada remaja serta menyediakan ruang untuk menyalurkan bakatnya.

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain mengatakan, dalam menekan stunting Pemerintah Kota Kendari menyediakan ruang bagi remaja untuk menyalurkan bakatnya diantaranya, forum Genre," kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat menghadiri talk show bersama Deputi Bidang KSPK BKKBN Republik Indonesia, M. Yani di salah satu stasiun tv swasta di Kendari, Sabtu malam.

"Terdapat dua pendekatan dalam menekan stunting. Pendekatan formal di mana dalam kebijakan-kebijakan pemerintah para remaja tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dan pendekatan Informal remaja itu generasi yang tidak ingin dikekang. Untuk memahami mereka kita harus bisa memberi ruang untuk menyalurkan bakatnya,” ungkapnya.

Sulkarnain menjelaskan, Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik saja yang terganggu, tapi pertumbuhan otak juga.

"Olehnya itu pentingnya pengetahuan untuk mendapatkan potensi gizi, serta aspek lingkungan yang harus di benahi,” katanya
 
Sulkarnain menambahkan, remaja Kendari adalah remaja yang kreatif dengan bukti juara dan penghargaan yang diraih, tinggal kesempatan yang perlu diberikan.

Sementara itu, Deputi Bidang KSPK BKKBN RI, M. Yani menjelaskan, di awal 2020 ini fokus dari BKKBN menempatkan melenial menjadi fokus utama dalam strategi kebijakan, karena dibutuhkan persiapan dalam mencetak SDM.

Lanjutnya, penyebab stunting di sektor kesehatan sebesar 20 persen, 80 persen sisanya terdapat pada keluarga dan masyarakat.

“Keluarga Broken Home sangat banyak di Indonesia, sehingga peran orang tua sangat penting dalam membentuk komunikasi,” katanya.

M. Yani mengaku para remaja adalah kelompok faktor penentu, dan keterlibatan para remaja luar biasa dalam pembangunan.

“Kalian harus mengambil kesempatan dalam dalam pembangunan, tidak ada remaja yang lebih unggul atau lebih baik di suatu tempat, karena kalau kesempatan di berikan, kalian akan memiliki kesempatan yang sama,” pungkasnya.


 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar