Kapolda Sultra: lalulintas di perbatasan diperketat

id Kapolda,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019,Kapolda Sultra

Kapolda Sultra: lalulintas di perbatasan diperketat

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam. (ANTARA/HO-Humas Polda Sultra)

Kendari (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan lalulintas yang melintas di setiap perbatasan kota ataupun kabupaten wilayah Sulawesi Tenggara akan diperketat guna mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona (COVID-19).

"Untuk perbatasan di darat kemarin kami dari Forkopimda badan kerja sama provinsi sudah mengadakan rapat video conference dan diputuskan untuk di perbatasan memang ada kegiatan untuk pembatasan (yang melintas) secara terpilih," kata Brigjen Pol Merdysyam, di Kendari, Selasa.

Merdisyam menjelaskan pembatasan bagi yang melintasi daerah perbatasan diberlakukan pada pukul 18.00 Wita sampai 06.00 Wita pagi. Pembatasan tersebut sebagai upaya mencegah masuknya virus Corona.

"Maksudnya begini dari pukul 06.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita itu bisa (melintas), tapi pukul 18.00 Wita sampai 06.00 Wita pagi itu secara selektif bagi kendaraan atau arus lalulintas yang masuk itu diberi pengetatan secara selektif," ucapnya menjelaskan.

Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak, agar tetap berada di rumah (stay at home).

"Yang paling kita utamakan adalah bagaimana masyarakat itu jika memang keluar atau melakukan aktivitas yang memang sangat perlu tetap menjaga jarak dan imbauan stay at home, tetap di rumah itu tetap berlaku. Jadi jika tidak ada keperluan yang mendesak diharapkan seluruh masyarakat juga tetap stay at home," ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir meminta warganya yang berada di perantauan, khususnya di Ibu Kota Jakarta, Makassar maupun di beberapa provinsi di Indonesia agar tidak pulang kampung di tengah mewabahnya virus Corona.

"Saat ini Indonesia sedang dilanda wabah virus Corona atau COVID-19, termasuk di Sultra dan khususnya Kota Kendari. Jadi untuk warga Kendari kalau bisa jangan pulang dulu, tetap di daerah perantauan tinggal di rumah sampai wabah bisa diatasi," tuturnya.

Hal itu, kata Wali Kota demi mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Kendari. Apalagi pemerintah pusat mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah masing-masing dan tidak bepergian keluar kota.

"Tapi juga jangan keluar daerah dulu, jadi yang dari luar daerah juga jangan berdatangan terus. Karena kita juga was-was, saya mengharapkan warga yang sudah ada di Kota Kendari tetap di rumah, mengisolasi mandiri, demi mencegah penyebaran virus yang sangat membahayakan itu," katanya berharap.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar