Di Sulsel, balita PDP COVID-19 meninggal dunia

id COVID-19,koronavirus, seorang balita meninggal,dikabarkan pdp,kabupaten bulukumba,bupati bulukumba,makassar,RSUP Wahidin

Di Sulsel, balita PDP COVID-19 meninggal dunia

Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan COVID-19 di kantor Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. FOTO/HO/Humas Pemkab Bulukumba.

Makassar (ANTARA) - Salah seorang balita berusia tiga tahun asal Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan yang diagnosa masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease (COVID-19) dikabarkan meninggal dunia di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

"Ada satu orang PDP meninggal dan satu bertambah positif," sebut Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali membenarkan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis.

Dengan adanya warga bulukumba terkonfirmasi positif, kata dia, objek wisata Pantai Bira langsung ditutup, sekaligus melakukan tracing siapa siapa saja yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

"Tempat wisata Bira segera ditutup sementara, bagi wisatawan," paparnya.

Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Bulukumba, HM Daud Kahal melalui siaran persnya diterima menyampaikan, satu pasien balita yang diisolasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar meninggal.

Namun demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba Dr. Wahyuni, yang bersangkutan negatif corona.

Kendati demikian almarhum sebelumnya didiagnosa menderita busung lapar atau gizi buruk, dan sudah dikebumikan di kampung halamannya Desa Bontomasila, Bulukumba, Kamis pagi.

Balita tersebut sebelumnya, ditracing memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia mengikuti orang tuanya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia atau TKI.

"Setelah Kembali dari Malaysia, almarhum diidentifikasi Petugas Dinas Kesehatann Bulukumba mengalami gizi buruk dan penyakit klinis yang dicurigai sebagai ciri-ciri penyakit COVID-19, akhirnya dirujuk ke Makassar," ujarnya.

Selama delapan hari menjalani perawatan isolasi, kata dia, akhirnya meninggal. Sementara ibunya berumur 28 tahun terindetifikasi positif COVID-19 dan sementara ini di rawat di ruang isolasi infeksi center RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Berdasarkan data dari situs Covid-19.sulselprov.go.id, Kamis, pukul 13.23 WITA yang terpantau, jumlah ODP sebanyak 178 orang dengan rincian 142 dalam proses pemantauan dan 32 selesai dipantau.

Selanjutnya, status PDP sebanyak 94 orang dengan rincian 86 orang masih dirawat dan delapan orang dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. Untuk pasien positif COVID-19 berjumlah 13 orang atau bertambah dari sebelumnya empat orang.


 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar