BPJAMSOSTEK Kendari latih korban kecelakaan kerja penggunaan kaki palsu

id BPJS ketenagakerjaan

BPJAMSOSTEK Kendari latih korban kecelakaan kerja penggunaan kaki palsu

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz (kedua dari kiri) saat melihat langsung training penggunaan kaki palsu kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan Kendari bersama PT Orthocare Indonesia di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulawesi Tenggara, Selasa. (Foto ANTARA/Suparman)

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz, saat melihat langsung training penggunaan kaki palsu kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan Kendari bersa
Kendari (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan Kendari bersama PT Orthocare Indonesia memberikan training penggunaan kaki palsu kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja yang dilakukan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulawesi Tenggara, Selasa.

Training penggunaan kaki palsu ini diberikan kepada Lapadu yang merupakan karyawan PT OSS) dan Dirham karyawan Sumatera Mining Investment yang telah mengalami Cacat Anatomis Akibat Kecelakaan Kerja.

Kegiatan training penggunaan Kaki Palsu ini merupakan salah satu Program BPJAMSOSTEK yaitu Return To Work, yaitu program pendampingan yang dilakukan BPJAMSOSTEK kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama masa penyembuhan, pemasangan alat ganti, sampai dengan pekerja dapat bekerja kembali.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz, yang menyaksikan langsung kegiatan training penggunaan kaki palsu ini berpesan kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja agar tetap semangat dan optimis.

"Kami akan selalu mendampingi dan berjuang bersama sampai teman-teman dapat kembali bekerja," katanya.

Harapan dari kegiatan tersebut adalah pekerja yang mendapatkan training diharapkan dapat beradaptasi dengan kaki palsu yang diberikan, dapat bertumpu dengan kaki palsu, serta dapat berjalan tanpa menggunakan tongkat dengan kaki palsu.

Adapun kaki palsu yang digunakan bersifat sementara yang bertujuan agar pekerja dapat beradaptasi, setelah dilakukan adaptasi selama kurang lebih 6 bulan, maka pekerja akan diberikan kaki palsu yang akan digunakan dalam jangka waktu lama.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar