Wali kota-bupati se-Sultra sepakati perdagangan antardaerah

id perdagangan antardaerah

Wali kota-bupati se-Sultra sepakati perdagangan antardaerah

Walikota dan bupati se-Sulawesi Tenggara saat penandatangan MoU bersama Pemerintah Provinsi Sultra, Senin (25/11/19). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Wali kota dan bupati di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra) menyepakati untuk melakukan perdagangan antardaerah di tahun 2020.

Kesepakatan tersebut melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU) oleh seluruh kepala daerah dengan Pemerintah Provinsi Sultra di Kendara, Senin.

Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Sultra, Yuni Nurmalawati mengatakan melalui perdagangan antardaerah dapat saling mensuplay potensi-potensi yang dimiliki oleh satu daerah ke daerah lain dalam menjaga inflasi.

"Jadi dari MoU ini akan ditindak lanjuti dengan kerja sama antardaerah. Seperti nanti saling men-suplay atau setiap produksi saling dipertukarkan," tambahnya.

Ia juga mengemukakan, bahwa bentuk perdagangan itu akan berlaku pada semua komoditi yang ada di masing-masing wilayah.

"Dan tidak terbatas pada satu komoditi tapi tergantung dari komoditi-komoditi yang terdapat dimasing-masing kabupaten/kota," ujarnya.

Upaya tersebut, lanjut Yuni untuk menjaga dan saling bekerjasama atau saling mensuport dalam memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa potensi perdagangan antardaerah menurutnya sangat banyak.

"Oleh karena itu dengan koordinasi seperti itu akan lebih baik lagi sehingga memang benar-benar berhasil sesuai dengan yang kita harapkan dalam menjaga inflasi," sebutnya.
 
Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Sultra Yuni Nurmalawati (kiri), Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra Suharman Tabrani (kanan). (ANTARA/Harianto)



Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Suharman Tabrani mengatakan dalam menindak lanjuti komitmen tersebut harus ada data base komplit mengenai komoditas yang surplus ataupun defisit di masing-masing daerah.

"Hal itu akan ditindak lanjuti dengan prasyarat harus ada data base yang komplit mengenai komoditas apa yang surplus dan apa yang defisit supaya tahu apa yang mau dipertukarkan atau diperjual belikan," ujarnya.

"Jadi kami optimis jika semua mempunyai komitmen maka dapat mencapai inflasi yang stabil, yang rendah supaya pertumbuhan yang selalu didorong bermanfaat bagi ekonomi Sultra," tambahnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa saat ini Sulawesi Tenggara inflasi 3,1 persen. Ia menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan target yang telah dicapai dalam menjaga inflasi.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar