Poltekkes Kendari membentuk kader cegah penyakit Barotrauma-Dekompresi

id Poltekkes Kendari

Poltekkes Kendari membentuk kader cegah penyakit Barotrauma-Dekompresi

Pembantu Direktur (Pur) 1 Poltekkes Kemenkes Kendari, Akhmad (baju putih), Ketua Pengabmas, Reni Devianti Usman (biru kanan). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan   Kementerian Kesehatan  Kendari melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  dengan Pelatihan Kader Posko Keperawatan Maritim tentang penatalaksanaan pencegahan penyakit Barotrauma dan Dekompresi pada nelayan penyelam di Desa Sama Jaya, Kamis.

Ketua Pengabdian Masyarakat (Pengabmas), yang juga sebagai dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari, Reni Devianti Usman mengatakan kegiatan pengabmas ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabmas terprogram yang telah dilaksanakan pada 2018.

"Kegiatan pengabmas ini dilakukan dengan tujuan perekrutan kader posko keperawatan maritim dan dilanjutkan dengan pelatihan kader tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit dekompresi pada nelayan penyelam di Desa Sama Jaya," kata Reni, di Kendari Kamis.

Reni menjelaskan, pemebentukan posko keperawatan maritim karena banyaknya angka kejadian penyakit akibat penyelaman yang dilakukan oleh nelayan penyelam tradisional yang berdampak pada berkurangnya fungsi tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian, kesakitan dan kecatatan, serta dapat berdampak pada kondisi mata pencaharian dan ekonomi keluarga nelayan.

"Nelayan penyelam dapat berisiko mengalami penyakit Dekompresi Barotrauma disebabkan oleh proses penyelaman yang beresiko dengan menggunakan alat penyelaman yang tidak sesuai standar oleh karena itu dosen Jurusan Keperawatan melakukan upaya untuk pencegahan, deteksi dini dan penatalaksanaan masalah kesehatan tersebut melalui upaya pembentukan posko keperawatan maritim," ujarnya.
Ketua Pengabmas, Reni Devianti Usman (kanan depan), saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan "Pelatihan Kader Posko Keperawatan Maritim tentang Penata laksanaan pencegahan penyakit Barotrauma dan Dekompresi pada nelayan penyelam di Desa Sama Jaya, Kamis. (ANTARA/Harianto)

Hal ini, lanjut Reni, sesuai dengan visi dan misi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari yaitu berkonsentrasi pada kondisi kesehatan masyarakat pesisir.

"Harapan pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan keterampilan kader posko keperawatan maritim dalam melakukan upaya pencegahan dan penata pelaksanaan awal pada kasus Barotrauma dan penyakit Dekompresi pada nelayan penyelam," katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Soropia, Nur Ida sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Kendari, karena dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Kehadiran Poltekkes Kemenkes Kendari sangat bermanfaat sekali dengan berbagai programnya, mulai dari lansia sampai PKL mahasiswa, masyarakat juga sudah mulai sadar merubah kebiasaan yang tidak baik dan sadar akan kesehatannya," katanya.

Kegiatan Pengabmas tersebut dilaksanakan dengan melakukan kolaborasi dengan Puskesmas Soropia dan apparat desa, sementara peserta pelatihan berjumlah 20 oarang terdiri dari tenaga kesehatan dan mesyarakat yang terhimpun sebagai kader posko keperawatan maritim.

Tim Pengabmas terdiri dari lima orang dosen Jurusan Keperawatan Kemenkes Kendari yang diketuai oleh Reni Devianti Usman, dan anggotanya Akhmad, Dian Yuniar, Sahmad, Nurfantri, dan melibatkan empat orang mahasiwa Jurusan Keperawatan.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar