SMN Sultra kunjungi Negeri Laskar Pelangi

id Smn,bhun,bumn hadir 2019,sultra,babel

Salah seorang siswa SMN asal Sulawesi Tenggara berofo di Bandara Depati Amir Pangkalpinang saat akan berangkat ke Belitung, Selasa (Babel.antaranews.com/ Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sulawesi Tenggara mengunjungi Negeri Laskar Pelangi Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk mengenal seni budaya dan pariwisata di daerah itu.

"Selama tiga hari, siswa mengunjungi objek wisata dan mempelajari seni budaya masyarakat Belitung," kata Panitia Siswa Mengenal Nusantara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fahriza di Tanjung Pandan, Selasa.

Ia mengatakan hari ini, para siswa akan mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang yang merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan destinasi wisata di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan Nusantara dan manca negara.

Baca juga: Peserta SMN Babel bedah buku "Bingkai Anak Negeri"

Selanjutnya para peserta SMN BUMN Hadir Negeri akan mengunjungi home stay dan pengenalan seni budaya masyarakat Belitung di rumah seniman Hasbullah.

Pada hari kedua Rabu (21/8), para siswa akan mengunjungi unit produksi tambang primer, pengenalan proses bisnis unit produksi tambang primer, pengenalan Museum Kata Andrea Hirata, mengunjungi SD Muhammadiyah Laskar Pelangi dan Rumah Keong.

Selanjutnya mengunjungi Danau Biru dan Pengenalan seni tari khas masyarakat Belitung Timur.

Baca juga: Peserta SMN asal Sultra pelajari Industri perkapalan Babel

Pada hari ketiga, Kamis (22/8), SMN asal Sulawesi Tenggara akan mengunjungi seni budaya taru, Visata Kota Tanjung Pandan dan penyusunan laporan kegiatan selama di Pulau Bangka dan Belitung.

"Mudah-mudahan kunjungan siswa ini dapat menambah pengetahuan mereka mengenal seni budaya, pariwisata di Pulau Bangka dan Belitung ini," katanya.

Baca juga: SMN Babel belajar sistem kerja PLTU PT Antam
Baca juga: SMN Sulawesi Tenggara kagumi reklamasi lahan timah di Babel
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar