Papua penyelenggara Pra-PON sepak takraw Wilayah IV

id Sepak takraw,PON

Ilustrasi--cabang sepak takraw. (ANTARA FOTO/INASGOC/Ferdy Siregar)

Kendari (ANTARA) - Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Papua ditetapkan sebagai tuan rumah penyelengara prakualifikasi Pekan Olahraga nasional (Pra-PON) cabang olahraga sepak takraw wilayah IV.

Sekretaris PSTI Sulawesi Tenggara Heriansyah di Kendari, Kamis, mengatakan penetapan Papua sebagai penyelenggara Pra-PON cabang olahraga sepak takraw wilayah IV disepakati pada forum Rapat Kerja Nasional PSTI se-Indonesia beberapa waktu lalu.

"Agenda penting Rakernas adalah penetapan tuan rumah pra-PON yang dibagi empat zona se-Indonesia. Sultra yang berada di zona IV menyepakati Papua sebagai tuan rumah," kata Heriansyah.

Pengurus PSTI Sultra, kata dia, sudah harus bersiap-siap menghadapi pra-PON sebagai ajang menentukan cabang olahraga sepak takraw berlaga di PON XX/2020 Papua atau tidak.

"Pra-PON direncanakan September 2019 atau sekitar lima bulan lagi. Sudah saatnya mempersiapkan atlet karena persaingan memperebutkan tiket PON cukup berat," katanya.

Pelatih sepak takraw Sultra Waode Daanu mengatakan perebutan tiket PON XX wilayah IV yang dihuni pemain-pemain potensial serta didampingi pelatih berpengalaman dipastikan berjalan sengit.

"Tidak penting membayangkan kekuatan lawan di arena pra-PON. Yang dibutuhkan sekarang pengurus mempersiapkan atlet sejak dini kalau mau lolos PON," kata Daanu.

Provinsi yang berada di wilayah IV adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua.

Gorontalo adalah provinsi pemegang medali emas nomor tim putra dan beregu putra serta kekuatan Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua tidak bisa disepelekan.

Nomor-nomor yang dipertandingkan pada ajang pra-PON, yakni tim double putra dan putri (kuota 9 atlet putra dan 9 putri) dan inter regu putra dan putri (kuota atlet 5 orang putra dan 5 orang putri).









 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar