Normal, harga pupuk tingkat pengecer di Bombana

id pupuk

Normal, harga pupuk tingkat pengecer di Bombana

Ilustrasi. (Foto ANTARA)

Kendari (Antaranews Sultra) - Harga berbagai produk pupuk di tingkat pengecer di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, masih tergolong normal dan stoknya masih cukup memenuhi petani di wilayah itu.

Salah seorang pedagang pengecer pupuk di Kecamatan Lantari Jaya Ahmad, di Bombana Rabu mengatakan, hingga saat ini ketersediaan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah sentra pertanian maupun perkebunan di wilayah itu masih cukup aman dan terkendali.

"Ada enam jenis produk pupuk yang kami pasarkan seperti, urea, poska, SP-36, ZA dan organis, harganya masih sesuai dengan harga pasaran yang telah ditetapkan distributor," katanya.

Ia mengatakan, harga pupuk urea ditawarkan ke petani Rp90.000 per karung (50 kg), pupuk poska Rp115.000 per karung (50 kg), SP-36 Rp100.000 per karung (50 kg), ZA Rp70.000 per karung dan pupuk organis Rp20.000/karung (40 kg).

Menurut Ahmad, penjualan pupuk yang dipasarkan itu berdasarkan wilayah pemasaran khusus di Kecamatan Lantari Jaya dengan pembelian dalam bentuk kelompok tani.

"Jadi petani bebas membeli pupuk, namun dalam batas wilayah penjualan dari agen yang saya tangani," kata Ahmad yang juga Ketua kelompok tani Teluk Bone Kecamatan Lantari Jaya.

Sementara itu, salah seorang petani setempat, Jamal mengatakan, ketersediaan pupuk bagi petani selama setahun terakhir ini sudah cukup baik dibanding sebelumnya karena penanganannya sudah dalam pengawasan dari perusahaan distributor pupuk.

"Kita harapkan tidak ada lagi kelangkaan pupuk di saat petani akan melakukan proses penanaman padi hingga menjelang tanaman itu sudah memasuki masa berbuah. Sebab tanaman padi tanpa diberi pupuk akan mempengaruhi produksi panen," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam satu hektare padi sawah, petani membutuhkan minimal 3-4 karung pupuk dalam berbagai jenis. Dengan pemberian pupuk yang cukup produksi padi yang biasanya 3-4 ton per hektare setelah diberi pupuk bisa meraih gabah kering 6-7 ton per hekatre.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar