
Buton Selatan programkan transmigrasi nelayan

. . . dengan program transmigrasi itu akan merangsang pertumbuhan dan pembangunan di daerah tersebut . . .
Kendari (Antaranews Sultra) - Harapan pemerintah dan masyarakat Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memprogramkan transmigrasi ke daerah itu diperkirakan baru akan terwujud di tahun 2018 atau paling lambat 2019 mendatang dengan melalui transmigrasi nelayan.
Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Buton Selatan, Samiruddin di Kendari, Rabu mengungkapkan program transmigrasi nelayan (pesisir) sudah dirprogramkan melalui rencana kerja tahunan (RKT) sejak tahun 2016 dan 2017, namun karena persoalan keterbatasan anggaran sehingga baru kembali di program tahun ini.
"Terus terang yang menjadi kendala kita selama ini adalah terbatasnya lahan basah (subur) untuk program transmigrasi yang berkecimpun pada pola perswahan dan perkebunan, sehingga yang cocok hanya program pemukiman transmigrasi nelayan yang penempatan pemukimannya tidak jauh dari kawasan pesisir laut," ujarnya.
Menurut Samiruddin, RKT dan rencana tataruang setelah penempatan (RTSP) yang sudah disusun tahun sebelumnya itu menempatkan dua wilayah kecamatan yang dianggap layak untuk program transmigrasi nelayan yakni Kecamatan Lapandewa dan Kecamatan Sampola.
"Dua wilayah itu masih memiliki lahan yang cukup untuk program transmigrasi nelayan. Kita harapkan pada tahun ini atau paling lambat 2019 sudah terealisasi," pintahnya.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Buton Selatan, La Witir yang dihubungi terpisah mendukung upaya pemerintah dalam program transmigrasi umum, baik melalui lahan kering sektor perkebunan maupun transmigrasi nelayan.
Politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, pada dasarnya legislatif mendukung program transmigrasi itu, sebab dengan kehadiran warga transmigrasi di satu daerah akan berdampak pada kemajuan daerah dalam hal pemerataan pembangunan masyarak di desa.
Baca juga: Nelayan Buton Selatan butuhkan kapal tangkap ikan
"Yang lebih penting lagi bahwa dengan program transmigrasi itu akan merangsang pertumbuhan dan pembangunan di daerah tersebut," tuturnya.
Ia mengatakan, Buton selatan dengan tujuh wilayah kecamatan memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar, termasuk lahan yang luas, akan tetapi tidak banyak digarap karena minimnya jumlah maupun skill penduduk. Untuk itulah, transmigrasi diupayakan dapat menjawab ketimpangan tersebut agar kekayaan sumber daya alam dapat digunakan sebaik-baiknya.
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor:
Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
