Logo Header Antaranews Sultra

206 siswa Sekolah Rakyat di Kendari ikut rangkaian MPLS

Minggu, 2 Agustus 2026 22:06 WIB
Image Print
Para siswa Sekolah Rakyat saat memotong rambut untuk persiapan pembukaan MPLS di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) -

Sebanyak 206 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus pembentukan karakter berasrama sejak 31 Juli.

Kepala SRT 2 Kota Kendari Ferdinand Nicholas Boonde saat ditemui di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa para siswa tersebut terdiri atas 26 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

"Para siswa sudah tiba sejak 31 Juli untuk mengikuti sejumlah tahapan awal, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga registrasi ulang," kata Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan bahwa jelang pembukaan resmi MPLS yang dijadwalkan dibuka oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran pada Senin (4/8) mendatang, pihak sekolah melakukan berbagai persiapan.

"Termasuk perapian penampilan siswa serta pemantauan kesehatan lanjutan di puskesmas setempat bagi siswa yang memerlukan penanganan khusus," ujarnya.

Terkait kapasitas penerimaan, ia menyebutkan bahwa total kuota yang dialokasikan untuk tahun ajaran ini sebanyak 270 siswa. Pihaknya masih membuka penjangkauan (reaching out) khusus untuk jenjang SD guna memenuhi kuota yang tersedia.

"Data sementara ada susulan 20 siswa SD yang sudah terkonfirmasi positif. Nanti akan ditetapkan kembali melalui SK Wali Kota dan mereka dijadwalkan masuk setelah masa MPLS selesai," sebut Ferdinand.

Dia mengungkapkan bahwa seluruh siswa yang telah hadir kini menempati asrama terpisah antara putra dan putri. Setiap kamar berbentuk hall diisi 16 hingga 20 siswa yang dilengkapi ranjang tingkat serta pemenuhan perlengkapan personal secara gratis, mulai dari pakaian, peralatan mandi, hingga perlengkapan tidur.

Ferdinand menyampaikan bahwa yang menjadi tantangan utama dalam fase awal ini adalah proses adaptasi siswa, khususnya jenjang SD usia 7–9 tahun yang belum terbiasa berpisah dari orang tua

"Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah memberikan akses kunjungan bagi orang tua murid setiap hari pada sore hari tanpa mengganggu agenda kegiatan," ungkap Ferdinand.

Dia juga menuturkan jika rangkaian MPLS di Sekolah Rakyat Kendari dijadwalkan berlangsung hingga 13 Agustus. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Sosial berkolaborasi dengan TNI untuk menghadirkan program Taruna Bakti/Taruna Nusantara.

"Mulai 4 hingga 7 Agustus, ada lima taruna yang mendampingi siswa untuk pembentukan karakter, kedisiplinan, wawasan nusantara, hingga kepramukaan," ucap Ferdinand.

Setelah pendampingan oleh taruna, kegiatan MPLS akan dilanjutkan dengan materi kesehatan, penguatan literasi dan numerasi, hingga pemetaan potensi siswa.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026