Logo Header Antaranews Sultra

Permintaan kepiting bakau asal Kendari cukup tinggi

Selasa, 23 Januari 2018 15:24 WIB
Image Print
ilustrasi (foto Antara)

Kendari (Antaranews Sultra) - Permintaan akan kepiting bakau asal Kendari, Sultra, cukup tinggi, meskipun kepiting jenis ini belum belum banyak dibudidayakan petani setempat.

"Hingga saat ini produksi budidaya kepiting bakau di Kota Kendari masih berkisar antara 30-40 ton per tahun, angka itu masih relatif kecil karena jumlah nelayan yang membudidayakan pun juga masih sangat terbatas," kata Wakil Wali Kota Kendari Sulkarnain di Kendari, Selasa.

Ia mengatakan dari produksi kepiting bakau yang terpantau itu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan itu berasal dari lahan atau kawasan budidaya milik petani tambak sekitar 100 hektare.

"Budidaya kepiting bakau ini memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan di Kendari, olehnya wajar bila hingga saat ini permintaan sangat tinggi," katanya.

Dikatakan peminat atau permintaan kepiting bakau dari Kendari tidak hanya untuk kebutuhan lokal Kendari atau Sultra, tetapi sudah banyak pedagang yang mengantarpulaukan.

"Kepiting bakau di Kendari, merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang sudah diantarpulaukan kebeberapa daerah seperti Makassar, Bali, Surabaya dan Jakarta," kata Sulkarnain.

Menurut Wakil Wali Kota, kepiting bakau merupakan bagian dari perikanan budidaya air payau yang mulai digeluti oleh masyarakat Kendari, khususnya petani budidaya kepiting.

Ia juga menabahkan bahwa pengembangan budidaya kepiting bakau ini hasilnya telah mengangkat kehidupan perekonomian warga Kota Kendari bahkan di beberapa kabupaten di Sultra yang selalu eksis dalam budidaya komoditi tersebut.



Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026