
Bulog Sultra menyiapkan beras OP 2.000 ton

Kendari (Antaranews Sultra) - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sulawesi Tenggara menyiapkan 2.000 ton beras medium untuk kegiatan operasi pasar hingga 31 Maret 2018.
"Stok beras untuk operasi pasar sampai 2.000 ton, tetapi jika permintaan masyarakat masih meningkat maka bisa kami tambah sampai 3.000 ton," kata Kepala Bulog Divre Sultra, La Ode Amijaya Kamaludin, usai peluncuran operasi pasar dan melepas 60 ton beras OP di Kendari, Rabu.
Ia mengatakan, operasi pasar beras tersebut didukung dengan stok beras yang dimiliki Bulog yang mampu bertahan hingga enam bulan ke depan.
"Kami akan melakukan operasi pasar pada titik-titik pasar tradisional yang ada diberbagai daerah di Sultra," katanya.
Menurut dia, untuk memaksimalkan operasi pasar tersebut maka akan melibatkan para mitra Bulog untuk berperan dalam kegiatan itu.
"Kami memiliki mitra binaan yang disebut Rumah Pangan Kita, melalui mitra ini akan melakukan penjualan kepada masyaralat dengan harga dibawah harga eceran tertinggi (HET)," katanya.
Ia mengatakan, harga beras yang dijual melalui operasi pasar atau pun mitra Bulog tersebut berada di bawah harga eceran tertinggi atau HET yakni Rp9.350 perkogram.
Berdasarkan Permendag Nomor 57 Tahun 2017 kata dia, bahwa untuk beras kualitas medium ini harga eceran tertinggi (HET) di wilayah Sulawesi, digelontorkan Rp9.450 ribu per kilogran.
"Jadi kalau beras ini dijual dengan harga Rp9.350 ribu melalui OP, maka harga masih 100 rupiah di bawah HET," katanya.
(T.KR-SPR/B/B015/B015) 10-01-2018 22:10:00
Pewarta : Suparman
Editor:
M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2026
