Logo Header Antaranews Sultra

BPPKB: Desa Lakara Pantai Percontohan Kampung KB

Selasa, 20 Desember 2016 15:31 WIB
Image Print
Kepala Badan Pemberdayaan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Konawe Selatan, Najib S.Sos di Andoolo, Selasa. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Andoolo (Antara News) - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Konawe Selatan menetapkan Desa Lakara Pantai Kecamatan Palangga Selatan menjadi percontohan kampung KB pada 2016.

Kepala BPPKB Konawe Selatan Najib di Andoolo, Ibukota Konawe Selatan, Selasa mengatakan, dari 336 desa pada 22 kecamatan yang ada, Desa Lakara Pinggiran Pantai yang dinilai memenuhi semua kriteria, terutama pemukimannya yang menyatu dalam satu wilayah.

"Di Desa Lakara, masyarakatnya tidak terpencar-pencar dan menyatu dalam satu pemukiman, sehingga pemkab menetapkan wilayah itu yang tepat menjadi kampung KB," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah penduduk di Desa Lakara sebanyak 825 jiwa atau sekitar 225 kepala keluarga (KK). Angka kemiskinan bila dilihat dari jumlah penduduk serta kehidupan masyarakat masih banyak yang kurang mampu, apalagi mata pencaharian warga sebagian besar sebagai nelayan.

Mantan Camat Laonti dan Basala mengatakan, untuk target pencapaian tetap mengikuti program nasional yaitu untuk mensejahterakan masyarakat melalui penekanan laju pertumbuhan penduduk.

"Jadi program Kampung KB ini, merupakan salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan prioritas program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) secara utuh di lapangan," katanya.


Menyinggun program KB khususnya penggunaaan alat kontrasepsi secara menyeluruh di Konawe Selatan, Najib mengatan, dari tujuh metode program alat kontrasepsi yang ada, tiga metode yang masih dominan bagi peserta KB baik sebagai peserta baru maupun yang baru yakni pengguna alat kontrasepsi Implan, suntik dan menggunakan pil.

Dari jumlah total 5.952 peserta KB lebih dari 50 persen atau 2.710 peserta yang menggunakan alat kontrasepsi pil, menyusul yang memakai alat suntik sebanyak 2.650 peserta dan implan sebanyak 452 peserta. Sedangkan yang menggunakan kontrasepesi lain seperti IUD, MOP, MOW dan kondon hanya berjumlah di bawa antara 25 hingga 50 peserta.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026