Logo Header Antaranews Sultra

Bank Mandiri Salurkan Kredit Pembiayaan Ke Pelindo

Kamis, 15 Oktober 2015 19:29 WIB
Image Print
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Dirut Pelindo IV Doso Agung (kiri), Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Indarto Pamoengkas (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Pelindo IV Budi Revianto (kedua kiri), menyatukan tangan usai

Makassar (Antara News) - Senior Vice President PT Bank Mandiri Tbk Indarto Pamoengkas menandatangi penyaluran kredit pembiayaan Makassar New Port ke pihak Pelindo IV yang diwakili Direktur Keuangan Pelindo IV Budi Revianto.

"Penandatanganan Perjanjian Kredit Pembiayaan Makassar New Port ini, untuk percepatan pelaksanaan tol laut dan pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia antara PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) dan Bank Mandiri," kata Komisaris Utama PT Pelindo IV Agus Purwoto di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, pihak Pelindo IV melakukan sinergi dengan sesama BUMN yaitu Bank Mandiri melalui pembiayaan pembangunan pelabuhan di wilayah Pelindo IV dalam bentuk kredit investasi sebesar Rp3 triliun.

Pemanfaatan kredit ini, lanjut dia, setidaknya memiliki tiga tujuan utama, antara lain untuk pembangunan Makassar New Port, untuk modernisasi peralatan bongkar muat petikemas, serta untuk pengembangan pelabuhan-pelabuhan di wilayah operasional Pelindo IV.

Sementara itu, Indarto dari Bank Mandiri mengatakan, kredit investasi sifatnya dikucurkan secara bertahap dan berjangka waktu hingga 7,5 tahun sesuai dengan kebutuhan pembangunan pelabuhan oleh Perseroan Pelindo IV.

Pada tahap pertama yakni periode 2015 yang tersisa sekitar tiga bulan lagi, lanjutnya, dikucurkan sekitar Rp80 miliar - Rp100 miliar, sedang sisanya dari total kredit tahap pertama yakni Rp3 triliun dikucurkan pada 2016 dan 2017.

Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan oleh Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Indarto Pamoengkas dan Direktur Keuangan Pelindo IV Budi Revianto, bertempat di Terminal Penumpang Anging Mammiri, Pelabuhan Makassar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menghadiri acara "ground breaking" Makassar New Port pada 22 Mei 2015 di lokasi penandatangani kesepahaman antara kedua BUMN tersebut.

Ketika itu, Jokowi mengingatkan untuk kembali ke laut, karena dua per tiga wilayah Indonesia adalah air dan memiliki 17 ribu pulau.

Berkaitan dengan hal itu, maka kebutuhan untuk membangun pelabuhan sangat penting karena konektivitas antar pulau sangat penting dan yang paling murah adalah dengan kapal atau dengan konektivitas laut.

Hal senada dikemukakan Gubernur Sulsel h Syahrul Yasin Limpo pada kesempatan yang sama.

"Kehadiran New Port Makassar ini sangat penting, karena menjadi penghubung kawasan timur dan barat Indonesia yang tentunya diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian di Kawasan Timur Indonesia," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026