Logo Header Antaranews Sultra

Mahasiswa Protes Akun Media Sosial Hina Suku

Senin, 18 Mei 2015 22:48 WIB
Image Print
Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tamalaki Sultra Kota Kendari melakukan unjuk rasa dan berorasi di simpang empat lampu merah, di depan MTQ Squard Kota Kendari, Senin. (FOTO ANTARA/Azis Senong).

Kendari (Antara News) - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Taman Pemuda dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin, melakukan aksi protes atas penghinaan terhadap suku tertentu (Tolaki) yang termuat dalam akun media sosial.

Kelompok mahasiswa Tamalaki dengan membawa dan memukul gong sebagai bentuk protes oleh sesorang oknum yang tidak bertanggung jawab atas nama akun di facebook `Revan Nagaquariuz` dengan penghinaan suku Tolaki dengan kata-kata yang tidak sepantasnya.

Koordinator Lapngan Tamalaki Sultra, Heryanto mengatakan, oknum yang tak diketahui asal-usulnya itu mengeluarkan pernyataan tidak senonoh yang memicu perselisihan di media sosial karya Mark Zuckerberg itu.

Sejumlah perwakilan suku di Sultra seperti Muna, Moronene dan Bugis juga ikut mendukung Tamalaki dan mengecam penghinaan tersebut dan sejumlah bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian setempat, salah satunya tulisan penghinaan dari akun facebook Revan Nagaquariuz.

"Kalau asalnya akun ini kami belum tahu, oleh karena itu kami berharap pihak kepolisian dapat menyelidikinya," kata Ketua Tamalaki, Ahmad Baso, seraya menambahkan, sebenarnya persoalan ini sudah lama.

Menurut mereka, oknum tersebut harus ditangkap dan diproses terkait penghinaan melalui media sosial, sehingga yang bersangkutan pun bila sudah mengakui melakukan kesalahan, maka prosesnya pun harus melibatkan orang tua dan adat dari Lembaga Adat Tolaki.

"Bila tiga kali 24 jam si Revan harus ditindaki untuk menghindari hal-hal uang tidak diinginkan di daerah ini," ujarnya.

Mereka juga mendesak Gubernur Sultra Nur Alam selaku `Apuno Mokoleno Wonua`, segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Begitu pula dengan apat kepolisian Sultra untuk segera menangkap oknum serta memberi sanksi sesuai dengan hukum dan Undang-undang yang berlaku. Juga mendesak Lembaga Adat Tolaki (LAT) sebagai lembaga tertinggi suku Tolaki untuk mengusut dan memberi sanksi adat kepada oknum tersebut.

"Intinya kami minta si Revan Nagaquariuz ditangkap," tutur Baso.

Aksi mahasiswa tersebut di jalan itu menyebabkan arus lalu lintas di perempatan jalan Ahmad Yani MTQ Square Kota Kendari itu terganggu, karena massa membuat lingkaran yang menghalangi jalan poros itu.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026