Logo Header Antaranews Sultra

Workshop FKUP Se-Sulawesi 2013 Digelar Di Kendari

Jumat, 4 Oktober 2013 19:21 WIB
Image Print
"Perbedaan berkedok agama yang sering muncul dipermukaan, sebenarnya bukan karena perbedaan agama, tetapi dilatarbelakangi kepentingan kelompok terhadap sesuatu"

Kendari (Antara News) - Workshop Regional Kantor Wilayah Kementerian Agama-Balai Diklat Keagamaan se Sulawesi untuk Forum kerukunan umat beragama (FKUB) tahun 2013 dibuka oleh Staf Ahli Kementerian Agama RI, Abdul Fatah, di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat sore.

Workshop yang mengangkat tema revitalisasi peran dan fungsi kantor wilayah Kemenag Provinsi dan Balai Diklat Keagamaan se-sulawesi bagi pemberdaayaan FKUB, untuk kerukunan, kedamaian, persaudaraan dan kesatuan nasional, dihadiri Sekretaris Daerah Sultra, Lukman Abunawas.

Turut dihadiri pula unsur Muspida Sultra, para Kepala Kanwil Kementerian Agama Se Sulawesi, Kepala Balai Diklat, FKUB Se Sulawesi dan disaksikan kontingen dari enam provinsi di Sulawesi.

Dalam sambutannya, Abdul Fatah, menyampaikan kerukunan itu adalah ciptaan Tuhan, sehingga siapa yang mengingkari perbedaan, sama dengan mengingkari ciptaan Tuhan. "Perbedaan berkedok agama yang sering muncul dipermukaan, sebenarnya bukan karena perbedaan agama, tetapi dilatarbelakangi kepentingan kelompok terhadap sesuatu," katanya.

Menurutnya, semua agama boleh tumbuh dna berkembang di Indonesia, pemerintahpun tidak boleh melarangnya karena itu adalah hak asasi setiap manusia. "Yang tidak boleh ketika ada personal atau kelompok yang mencoba membuat gerakan untuk melakukan penistaan terhadap agama yang sudah ada," katanya.

Sekda Sultra, Lukman Abunawas, saat membacakan sambutan Gubernur Sultra, menyebutkan bahwa Sultra merupakan salah satu daerah di Indonesia yang tidak pernah dilanda konflik agama. "Semua agama tumbuh dan berkembang di daerah ini, dengan tetap saling menjaga toleransi beragama," katanya.

Kepala Kemenag Provinsi Sultra, Muchlis A. Mahmud, melaporkan, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari yakni 4-6 September 2013 dengan jumlah peserta sekitar 300 orang dari enam provinsi se-Sulawesi yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara selaku tuan rumah.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026