Logo Header Antaranews Sultra

PT. Antam Segera Bangun Terminal Bandara Kolaka

Rabu, 14 November 2012 18:01 WIB
Image Print
External Relation PT. Antam UBPN Sultra, Muhammad Rusdan. (Foto ANTARA/Darwis Sarkani)
"Saat ini PT Antam sedang melaksanakan tender proyek pembangunan terminal tersebut yang dibiayai oleh perusahaan BUMN ini sebesar Rp15 miliar,"

Kolaka (ANTARA News) - PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara akan membangun terminal Bandara Sangia Nie Bandera di Kabupaten Kolaka.

"Saat ini PT Antam sedang melaksanakan tender proyek pembangunan terminal tersebut yang dibiayai oleh perusahaan BUMN ini sebesar Rp15 miliar," kata External Relation PT Antam UBPN Sultra, Muhammad Rusdan di Kolaka, Rabu.

Menurut dia, melalui dana CSR selama ini, PT Antam UBPN Sultra setiap tahun telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah yang merupakan wilayah kabupaten tempat beroperasinya perusahaan milik negara itu.

Rusdan mengatakan, Antam juga selama ini telah memberikan dukungan terhadap program pemerintah daerah setempat yakni pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta kebutuhan dasar masyarakat melalui Program Bedah Kecamatan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kolaka, Nurholis mengatakan, sejak peletakan batu pertama rencana pembangunan terminal Bandara Sangia Ni Bandera pada Januari 2012 oleh Bupati Kolaka, hingga kini belum terlaksana pembangunannya.

"Namun kita bersyukur saat ini pihak PT Antam telah melaksanakan tender untuk proyek pembangunan terminal bandara tersebut," katanya.

Menurut dia, keberadaan terminal bandara itu sangat diharapkan karena bisa menunjang kegiatan transportasi udara. Selama ini para penumpang yang menggunakan jasa penerbangan itu harus menunggu di ruang terbuka karena tidak adanya sarana ruang tunggu.

"Kami berharap tahun 2012 sudah bisa dipakai pengguna jasa penerbangan di daerah ini," ujarnya.

Apalagi, kata dia, sejak pertama adanya Bandara Sangia Ni Bandera tahun 2010, mulai tahun 2011 juga telah dimanfaatkan sebagai sarana transportasi udara bagi pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji, dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam sehari.

"Kalau nanti sudah ada terminal ruang tunggu, tidak ada lagi jamaah haji yang akan menunggu sampai di luar bandara," ujarnya sambil berharap pembangunan terminal ini bisa rampung, sebelum pemberangkatan calon haji tahun depan. (Ant).



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026