Logo Header Antaranews Sultra

BM Kukuhkan Pengurus Kastor Kolaka

Selasa, 16 Oktober 2012 20:08 WIB
Image Print
Bupati Kolaka, Buhari Matta memberikan saweran kepada salah seorang penari adat Toraja di Kolaka, Selasa. (Foto ANTARA/Darwis Sarkani)
"Kalau ada yang berduka meskipun tidak diundang, semua akan berkumpul, oleh karena itu, ke depan kebersamaan bukan hanya saat ada kematian, tapi kebersamaan yang bersifat positif,"

Kolaka (ANTARA News) - Bupati Kolaka Buhari Matta mengukuhkan pengurus Kasiturusanna Sang Torayaan (Kastor) Kabupaten Kolaka dan Kastor wilayah I, II dan III periode 2012-2017 di Lapangan Konggoasa Kolaka.

Buhari Matta menyampaikan kebahagiaannya dan memberikan apreseasi atas pengukuhan pengurus Kastor kabupaten dan kastor wilayah I,II dan III di Kolaka.

"Saya memberikan selamat kepada pengurus Kastor kabupaten dan kastor wilayah I,II dan III, semoga dengan terbentuknya pengurus yang baru, dapat menggerakan segala potensi dalam memberikan hal-hal positif untuk Kolaka dan Sultra ke depan," katanya.

Sementara itu Ketua Kastor Provinsi Sultra, Prof. Dr. Ayub M Padangarang mengatakan, pengurus Kastor tersebar di berbagai Kabupaten dan kota di Sultra.

"Kami menghimbau pengurus dan warga Toraja agar membangun daerah tempat di mana berdomisili karena 'kasiturusanna' artinya kebersamaan Sang Torayaan orang-orang Toraja," unjarnya.

Ia juga mengatakan, selama ini kebersamaan masyarakat Toraja hanya bisa terlihat ketika ada salah satu keluarga dari suku Toraja yang meninggal dunia.

"Kalau ada yang berduka meskipun tidak diundang, semua akan berkumpul, oleh karena itu, ke depan kebersamaan bukan hanya saat ada kematian, tapi kebersamaan yang bersifat positif," ujarnya.


Ketua Panitia Pengukuhan, Alex Sambara mengatakan, Kastor merupakan wadah organisasi yang menghimpun masyarakat Toraja, dengan membangun kebersamaan dengan masyarakat lain dalam membantu pemerintah daerah menyukseskan program "Gerbangmastra dan Kolaka Emas".

Sebelum acara pengukuhan pengurus Kastor Kabupaten dan wilayah tersebut, para tamu undangan disuguhi tarian adat Toraja "ma'toding" yang diperankan empat gadis berpakaian adat. Dalam rangkaian tarian itu juga tampak para pejabat termasuk Bupati Kolaka memberikan saweran kepada sang penari dengan cara diselipkan di antara rambut penari.

"Tari ma,toding ini menggambarkan kerinduan masyarakat Toraja kepada kampung halamannya," kata pembina tari sanggar Sangrapuan Desa Towua Kecamatan Wundulako. (Ant).



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026