
Haji-Calon Haji NTT Jalani Pembekalan

"Pembekalan dan pembinaan itu berupa persiapan fisik dan pelaksanaan "vaksin meningitis" agar tetap sehat dalam pelaksanaan ibadah haji di tanah suci dan pembekalan spiritual dan hal-hal teknis lainnya agar diketahui para calon haji,"
Kupang, 19/9 (ANTARA) - Sebanyak 650 jamaah calon haji asal Nusa Tenggara Timur sedang mengikuti pembekalan dan pembinaan di kantor urusan agama dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat sebelum menunaikan rukun Islam kelima Oktober mendatang.
"Pembekalan dan pembinaan itu berupa persiapan fisik dan pelaksanaan "vaksin meningitis" agar tetap sehat dalam pelaksanaan ibadah haji di tanah suci dan pembekalan spiritual dan hal-hal teknis lainnya agar diketahui para calon haji," kata Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umroh Bidang Urusan Agama Islam Kemenag Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur Gafur Jafar di Kupang, Senin.
Ia mengatakan secara jasmaniah perlu persiapan fisik agar tetap sehat seperti vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan kuman dan persiapan mental dan lainnya yang perlu diketahui untuk kelancaran pelaksanaan ibadah haji, setelah berada di tanah suci.
Sebab, menurut dia, pelaksanaan rukun Islam yang kelima itu tidak hanya membutuhkan biaya, akan tetapi juga tenaga ektra dan tergolong jenis ibadah yang berat.
Sehingga sejak pekan lalu para jamaah mempersiapkan fisik, menjaga kesehatan agar sampai di sana kita benar-benar siap.
"Calon jamaah haji agar mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina serta ketahanan fisik," katanya.
Ia mengatakan bagi jamaah yang mempunyai penyakit kronis agar melakukan cek kesehatan kepada dokter setempat di tanah air dan selalu berkonsultasi dan mengecek kesehatan kepada petugas kesehatan baik yang disediakan di Kloter maupun petugas kesehatan yang disediakan oleh Pemerintah di Arab Saudi.
Calon haji katanya agar selalu disiplin mengikuti aturan dan petunjuk yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI demi kelancaran dan kemabruran ibadah haji.
"Jamaah haji diminta memperhatikan keamanan diri dan barang pribadi, termasuk uang, baik selama di perjalanan maupun selama tinggal di pemondokan," katanya.
Jamaah haji juga diminta untuk selalu berkonsultasi dan bertanya hanya kepada petugas resmi yang disediakan oleh Pemerintah dan menghindari upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu perlu meminta agar calon haji asal daerah itu menjaga citra baik bangsa Indonesia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
"Salah satu yang menjadi penilaian dunia terhadap bangsa adalah pada saat menunaikan ibadah haji, karena disana umat Islam di seluruh Indonesia berkumpul," katanya. (Ant)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
