
Koltim terapkan pembelajaran daring dampak asap karhutla

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi siswa di tiga kecamatan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa kebijakan tersebut berlaku di Kecamatan Tinondo, Lalolae, dan Mowewe yang mengalami penurunan kualitas udara akibat kepulan asap pekat.
"Lingkungan di tiga kecamatan tersebut sudah tidak bersahabat akibat kebakaran rawa gambut di Tinondo dan Lalolae. Asapnya terbawa angin hingga ke wilayah Mowewe dan berpotensi mengganggu kesehatan anak-anak," katanya.
Pengalihan kegiatan belajar tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800.1.11/2606/DIKBUD/2026 tentang Perubahan Jam Belajar Mengajar Akibat Bencana Karhutla. Skema Belajar dari Rumah (BDR) ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Kamis (10/9) hingga Senin (14/9).
"Selama PJJ berlangsung, para guru diinstruksikan memanfaatkan berbagai platform digital seperti grup WhatsApp, Google Classroom, Learning Management System (LMS), atau media interaktif lainnya. Pemerintah setempat juga menyederhanakan beban belajar siswa selama masa darurat dengan memprioritaskan materi esensial, mencakup literasi, numerasi, dan penguatan karakter," ujarnya.
Yosep mengungkapkan, meski siswa belajar dari rumah, tenaga kependidikan dan guru tetap diwajibkan menjalankan tugas kedinasan di satuan pendidikan masing-masing melalui sistem piket fleksibel. Sekolah juga diminta menyiagakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta mengimbau orang tua agar memastikan anak-anak mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.
Karhutla di wilayah Kolaka Timur dilaporkan telah berlangsung selama lebih dari dua pekan. Proses pemadaman mengalami kendala lantaran titik api berada di kawasan rawa gambut yang memiliki karakteristik bara api di bawah permukaan tanah.
Kondisi tersebut membuat api kerap muncul kembali meski bagian permukaan sempat padam, terutama dalam empat hari terakhir.
Pemkab Kolaka Timur berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara turut menurunkan bantuan personel dan armada pemadam untuk mengatasi titik kebakaran yang sulit dijangkau. Kebijakan pembelajaran daring ini bersifat situasional dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan kualitas udara di wilayah terdampak.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
