Abrasi Sungai Phoara
- 25 November 2019 9:22 WIB, 2019
Foto udara warga mencari kerang air di Sungai Konaweeha, Desa Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9/2026). Sungai dengan panjang sekitar 341 kilometer ini mengalami penyusutan debit air selama beberapa hari terakhir akibat kemarau yang dimanfaatkan warga untuk mencari pokea atau kerang air dan hasilnya dikonsumsi bersama makanan tradisional Suku Tolaki yang terbuat dari sagu yakni sinonggi. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Sejumlah warga mencari kerang air di Sungai Konaweeha, Desa Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9/2026). Sungai dengan panjang sekitar 341 kilometer ini mengalami penyusutan debit air selama beberapa hari terakhir akibat kemarau yang dimanfaatkan warga untuk mencari pokea atau kerang air dan hasilnya dikonsumsi bersama makanan tradisional Suku Tolaki yang terbuat dari sagu yakni sinonggi. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Sejumlah warga mencari kerang air di Sungai Konaweeha, Desa Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9/2026). Sungai dengan panjang sekitar 341 kilometer ini mengalami penyusutan debit air selama beberapa hari terakhir akibat kemarau yang dimanfaatkan warga untuk mencari pokea atau kerang air dan hasilnya dikonsumsi bersama makanan tradisional Suku Tolaki yang terbuat dari sagu yakni sinonggi. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Warga menunjukkan kerang air tangkapannya dari Sungai Konaweeha, Desa Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9/2026). Sungai dengan panjang sekitar 341 kilometer ini mengalami penyusutan debit air selama beberapa hari terakhir akibat kemarau yang dimanfaatkan warga untuk mencari pokea atau kerang air dan hasilnya dikonsumsi bersama makanan tradisional Suku Tolaki yang terbuat dari sagu yakni sinonggi. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Warga memasukkan kerang air tangkapannya ke dalam wadah di Sungai Konaweeha, Desa Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9/2026). Sungai dengan panjang sekitar 341 kilometer ini mengalami penyusutan debit air selama beberapa hari terakhir akibat kemarau yang dimanfaatkan warga untuk mencari pokea atau kerang air dan hasilnya dikonsumsi bersama makanan tradisional Suku Tolaki yang terbuat dari sagu yakni sinonggi. ANTARA Sultra/Andry Denisah