Kolaka (ANTARA) - PT ANTAM Tbk melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo (UHO) dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka menggelar pelatihan teknis pengolahan pakan ternak sapi bagi masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu (2/5) di Desa Tambea, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Mattirowalie ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi peternak lokal melalui pemanfaatan teknologi pakan fermentasi.
Kolaka Region, CSR & ER Sub Division Head Antam UBPN Kolaka, Muh Rusdan menegaskan bahwa program Mattirowalie merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran ANTAM memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi peternak,” katanya.
Rusdan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang sehingga pola beternak masyarakat menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi menjadi awal dari perubahan pola beternak yang lebih baik, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, para peternak mendapatkan materi teori dan praktik langsung mengenai manajemen pakan. Fokus utama materi adalah pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ekonomis seperti jerami dan dedak.
Sementara itu, Dosen Peternakan UHO, Dr. Rusdin, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menekankan bahwa konsistensi nutrisi pada setiap fase pertumbuhan sapi adalah kunci peningkatan produktivitas.
"Nutrisi pakan harus dijaga secara konsisten pada setiap level pertumbuhan sapi. Dengan manajemen pakan yang tepat, produktivitas ternak dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka drh. Titin, menilai bahwa penggunaan bahan lokal sebagai langkah strategis menekan biaya produksi.
"Kami ingin peternak mampu mandiri dalam menyediakan pakan berkualitas tanpa bergantung pada pakan pabrikan yang relatif mahal," kata Titin.
Perwakilan Tim Universitas Halu Oleo Ahmad Mansyur yang turut hadir menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor dalam program ini.
“Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap transfer pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para peternak,” tutur Ahmad Mansyur.
Sementara itu, Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ANTAM. Ia menyebutkan bahwa dukungan perusahaan terhadap sektor peternakan di desanya sangat signifikan, termasuk pemberian bantuan 36 ekor sapi kepada warga sebelumnya.
"Kami berharap dengan pelatihan ini, warga yang memiliki sapi dapat mengembangkan ternaknya dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.
Salah satu peserta, Murni, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut. “Kami sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Sekarang kami lebih paham cara membuat pakan dan mengatur nutrisi untuk ternak sapi kami,” ujar Murni.
Melalui Program Mattirowalie, PT ANTAM Tbk bersama para mitra berharap dapat terus mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan secara berkelanjutan.