Kendari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK lingkup Sultra pada tahun 2026.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Rabu, memastikan proses pencairan telah memasuki tahap finalisasi administrasi agar penyaluran kepada seluruh pegawai dapat berjalan tepat waktu.

"Untuk Pemprov Sultra, THR bagi ASN sudah saya cek. Minggu depan atau pekan kedua Maret ini sudah mulai dicairkan," kata Andi Sumangerukka saat mengecek harga pangan di pasar-pasar tradisional di Kendari.

Ia menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut telah disiapkan untuk memenuhi hak para pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kami berharap penyaluran THR ini dapat mendorong daya beli masyarakat menjelang Lebaran, yang dampaknya diharapkan ikut menggerakkan roda perekonomian di daerah," ujarnya.

Andi Sumangerukka mengimbau kepada seluruh instansi terkait untuk memastikan proses administrasi pencairan THR berjalan lancar agar seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sultra dapat menerima haknya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Terkait kondisi pasar, Gubernur Sultra memantau adanya fluktuasi daya beli masyarakat selama Ramadhan. Menurutnya, pada pekan pertama daya beli cenderung meningkat, kemudian sedikit menurun pada pekan kedua, dan diprediksi kembali melonjak pada pekan ketiga hingga keempat menjelang hari raya.

Ia menilai fluktuasi tersebut merupakan hal yang wajar, karena berkaitan dengan pola kebutuhan masyarakat sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu signifikan secara mendadak.

"Untuk ketersediaan stok pangan saat ini masih mencukupi. Pemerintah terus fokus menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi praktik permainan harga di pasar yang dapat memberatkan masyarakat," kata Andi Sumangerukka.