
Gubernur Sultra ancam sanksi ritel modern yang tak patuhi HET

Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menegaskan akan memberikan sanksi kepada pengelola ritel modern yang tidak menyesuaikan harga jual komoditas pangan dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Saya beri waktu untuk menyesuaikan dengan HET. Jika tidak dipatuhi, akan kami berikan sanksi. Saat pengecekan berikutnya, saya ingin seluruh harga sudah sesuai aturan," kata Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di sejumlah titik di Kota Kendari, termasuk pasar tradisional, gudang distributor, hingga ritel modern, Rabu.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tim menemukan sedikitnya tujuh komoditas di ritel modern yang harganya masih melampaui HET. Komoditas tersebut meliputi cabai keriting, cabai rawit, daging ayam, telur ayam ras, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah.
"Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi di pasar tradisional yang cenderung stabil, bahkan beberapa komoditas ditemukan dijual di bawah batas harga tertinggi," ujarnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Andi Sumangerukka menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra untuk segera melakukan pengawasan ketat dan memastikan penyesuaian harga segera dilakukan.
Di sisi lain, Andi Sumangerukka juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di Sultra masih dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
"Stok beras, minyak goreng, dan gula pasir masih cukup. Artinya, untuk kebutuhan Lebaran 2026 tidak ada masalah dari sisi ketersediaan," jelas Andi Sumangerukka.
Pemprov Sultra berkomitmen akan terus memantau pergerakan harga pangan secara intensif guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Sementara itu, Kepala Toko Hypermart Kendari Heru Santoso menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan Gubernur. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan tim buyer purchasing guna melakukan survei ulang harga pasar sebagai dasar penyesuaian.
"Kami akan menyesuaikan harga ke depan. Tim buyer juga akan turun langsung ke pasar tradisional untuk memantau perkembangan harga di lapangan," ucap Heru.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
