Kemendes PDTT minta setiap desa wisata mempunyai akun facebook-youtube
Sabtu, 23 November 2019 11:55 WIB
Kasubdit Sarana Prasarana Telekomunikasi Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Minarni Marbun, saat sosialisasi pengembangan desa wisata di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (22/11/19). (ANTARA/Harianto)
Kendari (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meminta kepada setiap desa wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara agar memiliki akun facebook dan youtube.
Kasubdit Sarana Prasarana Telekomunikasi Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Minarni Marbun mengatakan dengan adanya akun media sosial tersebut, pihak desa wisata dapat mempromosikan objek wisata mereka secara langsung.
"Dengan adanya akun facebook dan youtube bagi setiap desa, maka mereka bisa promosi secara langsung dan promosi itu akan lebih cepat, asal ada jaringan internet," kata Minarni saat sosialisasi pengembangan desa wisata di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat.
Menurutnya, dengan adanya akun media sosial khusus bagi desa wisata di Sulawesi Tenggara, maka dapat menuntun wisatawan untuk menemukan spot-spot wisata sehingga dapat menarik isatawan untuk mengunjungi desa wisata tersebut.
"Jadi jangan pakai promosi pribadi, itu susah dilacak. Ketika kita nanti misalnya saya mau berwisata yang terkenal di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka, itu kan langsung keluar nama desanya, kalau nggak pakai nama desanya maka orang akan sulit melihat mana sih yang terindah di desa-desa itu," jelasnya.
Kasubdit Sarana Prasarana Telekomunikasi Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Minarni Marbun, saat sosialisasi pengembangan desa wisata di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (22/11/19). (ANTARA/Harianto)
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa setiap desa wisata harus memiliki jaringan internet, karena setiap pengunjung ingin mengunggah foto di media sosial masing-masing.
"Ketika kita bicara pariwisata kita tidak bisa tidak ada Wifi atau jaringan internet, kan setiap pengunjung pasti ingin online, upload foto di instagram, maka jaringan internet itu penting dalam mempromosikan objek wisata," katanya.
Baca juga: Kemendes minta dana desa perkuat pengembangan desa wisata
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan selain memiliki akses internet, kriteria desa terpilih lainnya untuk pendanaan desa wisata di antaranya memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), memiliki Kelompok Sadar Wisaat (Pokdarwis).
Selanjutnya, memiliki aliran listrik, memiliki area ruang terbuka hijau, bersedia menjadikan rumah masyarakat menjadi homestay, dan memiliki akses jalan menuju desa yang baik.
Kasubdit Sarana Prasarana Telekomunikasi Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Minarni Marbun mengatakan dengan adanya akun media sosial tersebut, pihak desa wisata dapat mempromosikan objek wisata mereka secara langsung.
"Dengan adanya akun facebook dan youtube bagi setiap desa, maka mereka bisa promosi secara langsung dan promosi itu akan lebih cepat, asal ada jaringan internet," kata Minarni saat sosialisasi pengembangan desa wisata di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat.
Menurutnya, dengan adanya akun media sosial khusus bagi desa wisata di Sulawesi Tenggara, maka dapat menuntun wisatawan untuk menemukan spot-spot wisata sehingga dapat menarik isatawan untuk mengunjungi desa wisata tersebut.
"Jadi jangan pakai promosi pribadi, itu susah dilacak. Ketika kita nanti misalnya saya mau berwisata yang terkenal di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka, itu kan langsung keluar nama desanya, kalau nggak pakai nama desanya maka orang akan sulit melihat mana sih yang terindah di desa-desa itu," jelasnya.
Kasubdit Sarana Prasarana Telekomunikasi Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Minarni Marbun, saat sosialisasi pengembangan desa wisata di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (22/11/19). (ANTARA/Harianto)
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa setiap desa wisata harus memiliki jaringan internet, karena setiap pengunjung ingin mengunggah foto di media sosial masing-masing.
"Ketika kita bicara pariwisata kita tidak bisa tidak ada Wifi atau jaringan internet, kan setiap pengunjung pasti ingin online, upload foto di instagram, maka jaringan internet itu penting dalam mempromosikan objek wisata," katanya.
Baca juga: Kemendes minta dana desa perkuat pengembangan desa wisata
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan selain memiliki akses internet, kriteria desa terpilih lainnya untuk pendanaan desa wisata di antaranya memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), memiliki Kelompok Sadar Wisaat (Pokdarwis).
Selanjutnya, memiliki aliran listrik, memiliki area ruang terbuka hijau, bersedia menjadikan rumah masyarakat menjadi homestay, dan memiliki akses jalan menuju desa yang baik.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OIKN buka puluhan destinasi di Nusantara sambut wisatawan selama libur Lebaran
19 March 2026 13:31 WIB
Mendes minta ANTARA dan TVRI masifkan publikasi kisah sukses program pemerintah dari desa
03 March 2026 16:24 WIB
Polres Kolaka siapkan 64 personel amankan enam objek wisata saat liburan tahun baru
01 January 2026 18:09 WIB
Mengenal lebih dekat budaya dan wisata Sulawesi di Festival Fotografi Celebes
18 December 2025 18:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Dishub Kendari siapkan 100 lendaraan untuk mobilisasi delegasi UCLG ASPAC 2026
05 May 2026 18:38 WIB