Logo Header Antaranews Sultra

Dorong pariwisata, Kolaka benahi 15 destinasi dari Pantai hingga Desa Wisata

Kamis, 2 April 2026 08:05 WIB
Image Print
Wisatawan saat menikmati matahari terbit di Pantai Indah Kapu, Sani-Sani, Kolaka, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra/Andika)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengoptimalkan pengelolaan 15 objek wisata unggulan yang tersebar di wilayah itu guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kolaka Andi Pangoriseng di Kolaka, Rabu (1/4), mengatakan bahwa pengembangan destinasi wisata tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari wisata bahari, alam pegunungan hingga wisata budaya.

"Saat ini tercatat ada 15 objek wisata yang menjadi fokus kita, mulai dari Pantai Tamborasi, Pantai Kalomang, Pantai Indah Kapu, Pantai Malaha, Permandian air Panas Kia-kia, Desa Wisata Sani-Sani, hingga wisata rumah adat," katanya.

Andi Pangoriseng menjelaskan bahwa rencana strategis ke depan pihaknya mengupayakan penyempurnaan aksesibilitas dan penguatan amenitas di lokasi wisata guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.

"Intinya adalah bagaimana penyempurnaan akses, maksudnya jalur transportasi sampai kepada tujuan. Kedua adalah amenitasnya, yaitu sarana pendukung seperti hotel, penginapan (cottage), toilet, hingga area parkir. Itu bagian-bagian yang perlu kita sempurnakan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya sedang menyiapkan inovasi dalam pengelolaan destinasi, yakni peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola.

Masyarakat lokal didorong untuk terlibat aktif melalui sektor ekonomi kreatif, seperti penyediaan kuliner dan pembuatan suvenir khas daerah.

Ia menjelaskan bahwa salah satu destinasi yang menjadi sorotan adalah Desa Wisata Sani-sani, sebab destinasi wisata merupakan salah satu desa wisata di Sultra yang masuk 75 besar desa wisata terbaik nasional melalui ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Andi Pangoriseng menyebutkan bahwa destinasi wisata ini menawarkan paket wisata lengkap, mulai dari snorkeling, arung jeram, hiking, trekking, hingga olahraga paralayang.

"Kami ingin destinasi ini dikelola sesuai kebutuhan wisatawan. Pariwisata itu tujuannya untuk penyegaran (refreshing). Jika fasilitas nyaman dan SDM-nya ramah, pengunjung akan betah dan ekonomi lokal akan bergerak," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui loket retribusi saja, melainkan dari dampak domino yang dirasakan masyarakat luas.

"Pariwisata adalah mesin penggerak ekonomi. Mulai dari transportasi, hunian hotel, restoran, hingga pelaku UMKM di lokasi wisata, semuanya menikmati dampak ekonomi," ungkapnya.

Menurut dia, kehadiran pemerintah dalam membangun infrastruktur wisata adalah bentuk upaya menyejahterakan masyarakat secara tidak langsung, melalui kunjungan wisatawan, dan produk lokal terserap oleh pasar.

"Inilah peran sektor pariwisata dalam menggerakkan sendi-sendi ekonomi di Kabupaten Kolaka," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026