Gubernur Sultra minta SKPD-DPRD bersinergi tuntaskan perizinan
Rabu, 4 April 2018 19:42 WIB
Pejabat Gubernur Sultra Teguh Setyobudi saat rakor dengan jajaran DPRD setempat untuk membahas masalah perizinan. (foto Antara/Suparman)
Kendari (Antaranews Sultra) - Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Ssytabudi, meminta Dewan Perwakilan Takyat Daerah (DPRD) dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bersinergi menyelesaikan berbagai masalah perizinan yang terjadi.
"Kita sudah ketahui bersama bahwa di Sultra ini bukan hanya ada pemprov, tetapi juga ada DPRD yang harus besinergi untuk penyelegaraan pembangunan di Sultra agar lebih baik lagi," kata Teguh Setyabudi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemprov dan DPRD setempat terkait permasalahan yang ada baik itu di Provinsi maupun di Kabupaten dan Kota se-Sultra, di Kendari, Rabu.
Teguh Setyabudi mengatakan, rakor tersebut bertujuan untuk membahas masalah-masalah di Sultra salah satunya masalah perizinan yang kerap memicu konflik sosial di masyarakat.
"Rakor ini baru pertama kali dilakukan antar Pemprov dan DPRD Sultra, maka kita akan lanjutkan lagi pada rakor berikutnya untuk lebih memperdalam apa-apa saja masalah yang ada di Sultra sehingga nanti kita bersama-sama untuk menyelesaikan hal tersebut," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pimpinan dan angota DPRD telah menyuarakan terkait hal-hal yang perlu ditindaklanjuti oleh pemprov Sultra.
Pihak DPRD juga membahas tentang perizinan pertambangan yang saat ini banyak permasalah sehingga kesejahteraan masyarakat di daerah itu tidak terpenuhi sesuai apa yang di harapkan.
"Kita tidak ingin masalah-masalah yang ada di Sultra menumpuk, sebab, dengan menumpuknya maka susah akan diselesaikan, sehingga tingkatkan sinergitas dalam menyelesaikan suatu masalah," katanya.
"Kita sudah ketahui bersama bahwa di Sultra ini bukan hanya ada pemprov, tetapi juga ada DPRD yang harus besinergi untuk penyelegaraan pembangunan di Sultra agar lebih baik lagi," kata Teguh Setyabudi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemprov dan DPRD setempat terkait permasalahan yang ada baik itu di Provinsi maupun di Kabupaten dan Kota se-Sultra, di Kendari, Rabu.
Teguh Setyabudi mengatakan, rakor tersebut bertujuan untuk membahas masalah-masalah di Sultra salah satunya masalah perizinan yang kerap memicu konflik sosial di masyarakat.
"Rakor ini baru pertama kali dilakukan antar Pemprov dan DPRD Sultra, maka kita akan lanjutkan lagi pada rakor berikutnya untuk lebih memperdalam apa-apa saja masalah yang ada di Sultra sehingga nanti kita bersama-sama untuk menyelesaikan hal tersebut," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pimpinan dan angota DPRD telah menyuarakan terkait hal-hal yang perlu ditindaklanjuti oleh pemprov Sultra.
Pihak DPRD juga membahas tentang perizinan pertambangan yang saat ini banyak permasalah sehingga kesejahteraan masyarakat di daerah itu tidak terpenuhi sesuai apa yang di harapkan.
"Kita tidak ingin masalah-masalah yang ada di Sultra menumpuk, sebab, dengan menumpuknya maka susah akan diselesaikan, sehingga tingkatkan sinergitas dalam menyelesaikan suatu masalah," katanya.
Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sultra terbitkan edaran penertiban papan reklame dan kabel semrawut
04 February 2026 19:16 WIB
Pemprov Sultra pastikan PT VDNI lunasi tunggakan Pajak Air Permukaan senilai Rp26 miliar
23 January 2026 19:46 WIB
Eks Gubernur Sultra Nur Alam sesalkan proses eksekusi tanah negara yang dipakai
23 January 2026 10:34 WIB
Gubernur Andi Sumangerukka lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sultra
19 January 2026 21:48 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB
BPBD catat zona rawan gempa bumi capai 3,8 juta hektare yang tersebar di Sultra
03 February 2026 21:41 WIB