Dinkes Kendari Lakukan "Fogging" Daerah Rawan DBB
Sabtu, 9 Januari 2016 15:05 WIB
Kendari (Antara News) - Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengasapi atau "fogging" sejumlah daerah atau permukiman yang terindikasi menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Pengasapan yang kami lakukan guna memberantas serta memutuskan mata rantai penularan nyamuk Aides Aigepty. Diharapkan dengan pengasapan di kawasan yang rawan DBD, maka nyamuk yang mengandung virus DBD akan mati," kata Kepala Dinas Kesehatan Kendari, dr Maryam Rufiah, di Kendari, Jumat.
Ia mengatakan, Kendari merupakan daerah yang endemis DBD sehingga setiap kawasan pemukiman berpotensi tumbuh kembangnya jentik nyamuk penyebab DBD.
"Melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk penyebab DBD, antisipasi lain yakni pembagian bubuk abate gratis kepada masyarakat Stok abate tersedia di Puskesmas.
Menurutnya, interval waktu yang dibutuhkan untuk membunuh nyamuk beserta jentik melalui fogging atau pengasapan adalah dua minggu.
"Pekan pertama dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa dan minggu selanjutnya untuk membunuh jentik nyamuk di sekitar lokasi," katanya.
Selain fogging dan pemberian abate kata dia, cara terbaik mencegah perkembangbiakan nyamuk yakni menguras bak mandi, menutup wadah air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk (3-M).
"Pengasapan yang kami lakukan guna memberantas serta memutuskan mata rantai penularan nyamuk Aides Aigepty. Diharapkan dengan pengasapan di kawasan yang rawan DBD, maka nyamuk yang mengandung virus DBD akan mati," kata Kepala Dinas Kesehatan Kendari, dr Maryam Rufiah, di Kendari, Jumat.
Ia mengatakan, Kendari merupakan daerah yang endemis DBD sehingga setiap kawasan pemukiman berpotensi tumbuh kembangnya jentik nyamuk penyebab DBD.
"Melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk penyebab DBD, antisipasi lain yakni pembagian bubuk abate gratis kepada masyarakat Stok abate tersedia di Puskesmas.
Menurutnya, interval waktu yang dibutuhkan untuk membunuh nyamuk beserta jentik melalui fogging atau pengasapan adalah dua minggu.
"Pekan pertama dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa dan minggu selanjutnya untuk membunuh jentik nyamuk di sekitar lokasi," katanya.
Selain fogging dan pemberian abate kata dia, cara terbaik mencegah perkembangbiakan nyamuk yakni menguras bak mandi, menutup wadah air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk (3-M).
Pewarta : Suparman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Vale berikan edukasi PHBS ke masyarakat guna cegah DBD di Huko-huko Kolaka
28 January 2026 12:57 WIB
Peneliti: Nyamuk ber-Wolbachia dapat kurangi peningkatan bahaya sampai 30 tahun
12 November 2024 8:17 WIB, 2024
Mahasiswa Universitas Haluoleo edukasi pelajar cegah penyakit DBD di Kendari
22 April 2024 15:41 WIB, 2024
Dinkes Muna lakukan pengasapan di tiap kecamatan untuk berantas DBD
29 February 2024 19:05 WIB, 2024
Polres Konawe lakukan pengasapan di perumahan warga untuk cegah DBD
15 February 2024 15:01 WIB, 2024
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB
Imigrasi Sultra gandeng Ombudsman dab BIN perkuat pengawasan pelayanan publik
10 February 2026 14:24 WIB
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB