Logo Header Antaranews Sultra

Imigrasi Kendari raih peringkat pertama nasional program Desa Binaan Teraktif

Jumat, 17 Juli 2026 16:07 WIB
Image Print
Personel PIMPASA Imigrasi Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Imigrasi Kendari)

Kendari (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama nasional sebagai satuan kerja paling aktif dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, di Kendari, Jumat, mengatakan capaian membanggakan tersebut berhasil dipertahankan secara konsisten sejak tahun 2025 hingga pertengahan tahun 2026.

"Sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Kantor Imigrasi Kendari berhasil meraih peringkat pertama nasional sebagai satuan kerja paling aktif dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi," ujar Novrian.

Selain prestasi kolektif instansi, ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, lima pegawai Imigrasi Kendari juga berhasil masuk ke dalam jajaran Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) paling aktif dalam pelaporan kegiatan di tingkat nasional.

Novrian memaparkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, pihaknya telah meresmikan dan menetapkan sebanyak 57 desa sebagai Desa Binaan Imigrasi. Puluhan desa tersebut tersebar di dua kabupaten strategis di Sulawesi Tenggara.

"Sebanyak 57 desa telah kami bina, terdiri atas 51 desa di Kabupaten Konawe dan enam desa di Kabupaten Kolaka. Langkah pembinaan ini didukung penuh oleh delapan personel PIMPASA, dengan rincian enam petugas di Konawe dan dua petugas di Kolaka," tuturnya.

Para petugas pembina desa tersebut secara aktif melakukan pendampingan serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyentuh kebutuhan warga setempat secara langsung.

Selain memberikan sosialisasi intensif mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), petugas imigrasi bersama warga juga melakukan perbaikan sarana publik seperti pengecatan fasilitas umum serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Lebih lanjut, program Desa Binaan ini juga dirancang untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA). Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak Imigrasi mendorong peran aktif masyarakat melalui kolaborasi sinergis antara PIMPASA, aparatur desa, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa setempat.

"Sinergi lintas sektoral di tingkat tapak ini menjadi kunci penting dalam memitigasi potensi pelanggaran keimigrasian, sekaligus meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai permasalahan orang asing di wilayah pedesaan," tambah Novrian.

Ia menegaskan komitmen Kantor Imigrasi Kendari untuk terus memperkuat dan memperluas jangkauan program strategis ini guna mempertahankan predikat terbaik tingkat nasional, sekaligus memastikan pelayanan keimigrasian hadir secara nyata hingga ke level terbawah.

Pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi ini sejalan dengan instruksi dan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui visi "Imigrasi untuk Rakyat". Program tersebut menekankan pentingnya kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pelayanan publik yang inklusif, edukatif, serta penguatan pengawasan berbasis partisipasi aktif warga negara.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026